Jadi Bupati Perempuan Pertama di Maluku, ini Tekad Safitri Malik Soulisa

oleh -230 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sejarah perpolitikan di Maluku kini diwarnai sejarah baru, menyusul dilantiknya Safitri Malik Soulisa sebagai Bupati Buru Selatan (Bursel) pada Selasa 22 Juni kemarin.

Perempuan kelahiran Ternate, Maluku Utara ini, mencetak sejarah baru sebagai perempuan pertama yang berhasil menjadi bupati di Maluku.

Pada sambutan perdananya, di acara syukuran pelantikan, dan ramah-tamah yang berlangsung di Gedung Islamic Center, Ambon, Selasa (22/6/2021) malam tadi, Safitri mengaku, apa yang dia capai saat ini, bisa menjadi motivasi bagi perempuan di Maluku umumnya.

“Saya berharap, ke depan bukan cuma Safitri saja yang bisa jadi Bupati. Saya yakin, ini jadi motivasi agar perempuan ke depan bisa jadi pimpinan di Kabupaten/kota lain, bahkan bisa jadi Gubernur di Maluku,” tukasnya.

Safitri bilang, untuk mencapai kata sejahtera dalam suatu tujuan pemerintahan, maka para elit tidak boleh saling menjatuhkan, satu sama lain. “Nanti masyarakat yang jadi korban,“ ujarnya.

Baca Juga  Kunker, Agus Yudhoyono sambangi Kota Ambon

Pada kesempatan itu, Safitri berjanji bahwa, dirinya bersama wakil bupati Gerson dalam memimpin Buru Selatan, akan membuka diri untuk siapa saja yang ingin mengulurkan tangan demi kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap, mulai hari ini kita semua melupakan perbedaan pada masa Pilkada lalu, dan kepada ASN Bursel, untuk terus meningkatkan disiplin dan semangat pengabdian yang tinggi demi kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.

Safitri menjelaskan, dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan pengangguran, pihaknya memberikan perhatian khusus kepada upaya peningkatan sarana dan prasarana transportasi di Buru Selatan.

“Salah satu persoalan saat ini adalah, masih rendahnya daya saing  komoditas unggulan daerah dan tingginya biaya distribusi. Maka perhatian pemerintah daerah nantinya lebih difokuskan kepada pengembangan industri kecil dan menengah,“ terangnya.

Menurut Safitri, Buru Selatan memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang bisa dikelola secara baik demi kepentingan masyarakat.

“Kami pun akan memberikan peluang, bagi pengembangan investasi di daerah kami kepada semua pihak,“ ujarnya.

Baca Juga  Bianca Andreescu. Petenis Cantik Berumur 19 Tahun yang Kalahkan Serena Williams

Dia menambahkan, kepercayaan yang diberikan masyarakat Bursel kepada dirinya dan Gerson, akan dijalankan sesuai visi-misinya, yakni: “Meningkatkan kemandirian Bursel, secara berkelanjutan sebagai Kabupaten yang rukun adil dan sejahtera, berbasis agamais, dengan semangat “Kai wait, ina ama, Wali Dale” Sebagai simbol perekat persaudaraan, orang Bssudara di tanah Bupolo.

“Kami menyampaikan terimakasih kepada mantan Bupati Bursel dua periode, Bapak Tagop S Soulissa. Kami akan berusaha menyelesaikan semua yang belum sempat terselesaikan dimasa kepemerintahannya, “ tutup Safitri.

Tagop Siap Bantu

Mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Soulissa berharap, Bupati baru Safitri Malik Soulissa dalam kepemimpinannya, bisa lebih fokus terhadap peningkatan infrastruktur. “Namanya kebutuhan masyarakat tidak akan habis. Kekurangan di Bursel itu masih sangat banyak. Yang pertama harus diperbaiki itu adalah infrastruktur, “ kata Tagop, kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Selasa, kemarin.

Sebagai pemimpin selama 10 tahun di Kabupaten Buru Selatan, dirinya siap membantu Safitri Malik Soulissa dan Gerson Eliaser Selsily, dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga  Puisi dan Puasa: ”Dua Keajaiban yang Melahirkan Kearifan”

“Kami tahu bahwa kepemimpinan ini berlanjut. Tidak saja dilihat dari aspek emosional sebagai suami istri, tetapi kepentingan politik PDIP dan Demokrat yang juga bersanding selama 10 tahun, “ ungkapnya.

“Hal itu terus diperbaharui dengan kepemimpinan saat ini, yang diduduki PDIP-Demokrat, untuk bisa melanjutkan apa yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati dari PDIP dan Demokrat, “ sambungnya.

Lebih lanjut, Tagop mengaku, dirinya siap bersinergi dengan Safitri dan Wakilnya, terkait pengentasan kemiskinan. Pasalnya, dirinya merupakan bupati yang berhasil menurunkan angka kemiskinan di Buru Selatan.

“Selama 10 tahun angka kemiskinan kita, ada di nomor terendah. Jadi Maluku yang paling terendah adalah Bursel setelah Kota Ambon. Dan saya berharap agar, penataan birokrasi, sudah harus diperbaiki selama 100 hari kerja, “ tutupnya. 

(red/nur/katim)

No More Posts Available.

No more pages to load.