Jangan Selalu Merasa Menjadi Orang yang Paling Tersakiti, Ini 5 Alasannya!

oleh -4 Dilihat

2. Bisa jadi asa sakitmu gak seberapa dibanding milik orang lain 

Andai mau melihat dari sudut pandang yang lebih luas, setiap rasa sakit itu sebenarnya berbeda-beda bentuk dan kadarnya. Kemampuan seseorang menanggung beban luka pun tidak sama dan kamu tidak berhak menghakimi bahwa luka yang kamu rasakan lebih berat dibanding milik orang lain.

Merasa jadi orang yang paling tersakiti hanya akan membuatmu ‘buta’ pada sekitar. Sebab di luar sana masih banyak orang yang merasakan sakit lebih berat dan belum tentu kamu bisa menanggungnya jika berada di posisi tersebut. Semua sudah sesuai porsi masing-masing, jadi kamu tidak perlu merasa paling menderita.

Baca Juga  Bupati Aru Canangkan Cek Kesehatan Gratis, 1.344 Warga Terdeteksi Hipertensi

3. Tidak akan membuat hidupmu jadi lebih baik 

Disadari atau tidak, saat kamu merasa jadi orang yang paling tersakiti, tandanya hidupmu sudah terlalu ‘drama’.

Rasa sakit yang sebenarnya tidak seberapa dibanding milik orang lain malah kamu besar-besarkan demi sebuah empati. Perilaku semacam ini tidak akan membuat hidup jadi lebih baik, bahkan tidak mengubah apa pun.

Orang yang menjadi penonton ‘drama’ hidupmu bukannya bersimpati tapi malah merasa malas menanggapi hingga jadi antipati dengan sikap dan perilakumu.

Bahkan kamu akan dianggap sebagai pribadi yang manja akibat terlalu mendramatisir situasi dan rasa sakit yang sebenarnya tidak seberapa. 

No More Posts Available.

No more pages to load.