Jemaat GPM Mayau Sukses Jadi Tuan Rumah Sidang Klasis Ke-34 dan MPPD Ke-9

oleh

Porostimur.com, Ternate – Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Mayau, Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, sukses menjadi tuan rumah pada kegiatan MPPD ke-9 dan Sidang Klasis ke-34 yang digelar dari tanggal 2-3 Maret 2022.

Gembala jemaat GPM Mayau Pdt. Wirol Haurissa mengatakan, suksesnya MPPD ke-9 dan Sidang Klasis ke-34 ini berkat dukungan dari jemaat dan Klasis Ternate dan dihadiri oleh Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. E. T. Maspaitella, Sekum PB AMGPM, Ketua Klasis Pdt. W. Terloit dan Sekla Pdt. D. Toisuta.

“Peserta yang hadir kurang lebih 100 orang dari jemaat Tifure, Mayau, Imanuel Ternate dan Soa Tabanga. Kegiatan ini juga didukung Ketua AMGPM Ternate,” katanya.

Haurissa bilang, dua momentum yang berharga itu, bersamaan dengan pelaksanaan Musrenbang di Kecamatan Pulau Batang Dua.

“Dua hari kegiataan berjalan dengan baik. Gereja tumbuh dalam kebersamaan, iman menjadi dasar dan arah untuk hari ini dan masa depan. Terutama bagi Gereja Protestan Maluku yang telah hidup dalam sejarah kehidupan orang Maluku Utara, Manado, Sanger, Ambon dan sebagainya di Pulau Batang Dua,” ujar Haurissa.

“Ketua panitia M. Misa dari panitia Sidang Klasis dan Ketua Panitia MPPD Agus Tefnas dan teman-teman telah menunjukan kualitas serta kerja sama mereka bersama penanggung jawab dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, majelis jemaat yang dipimpin oleh Pdt. A. B. Sarioa menyampaikan panitia telah bekerja dengan segala kebaikan Tuhan.

“Sebagai warga gereja dalam menyambut tamu dan seluruh persiapan, panitia telah bekerja dengan segala kebaikan Tuhan dengan tujuan untuk kemuliaan nama Tuhan,” kata dia.

Lanjut Sarioa, meskipun dalam keadaan pulau yang belum adanya pelabuhan tempat kapal bersandar, namun semua kenikmatan akses kapal ditempuh dengan taxi laut dari pantai ke kapal dan sebaliknya namun tidak menghalangi kedatangan.

Menariknya dalam penyelanggaraan dua moment gereja ini, didukung pulau oleh jemaat yang dimulai dari anak-anak SMTPI, orang tua dan semuanya.

Bahkan kehadiran jemaat dalam pembukaan dan penutupan MPPD dan Sidang Klasis menghadirkan adat dalam penyambutan, liturgi dan bahasa. Selain itu merendah diri untuk melayani dari persiapan ibu-ibu dapur yang menyiapkan konsumi dengan baik.

Kegiatan yang berlangsung dua hari ini telah menunjukan satu kepastian akan pelayanan gereja bukan sekedar pekerjaan tetapi wujud kerelaan dan ketulusan sebagai gereja yang melayani di Maluku Utara. (Akib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *