Karena itu, ia meminta instansi terkait tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi membangun koordinasi agar penyediaan masker dan upaya perlindungan kesehatan dapat menjangkau seluruh sekolah secara merata.
Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas di tengah kekhawatiran terhadap penurunan kualitas udara akibat kabut asap.
Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya menunggu munculnya keluhan kesehatan dari siswa sebelum mengambil tindakan pencegahan.
Selain menyediakan masker, Saudah juga mengimbau agar siswa menggunakan masker selama kabut asap masih menyelimuti Kota Ambon. Imbauan serupa ditujukan kepada masyarakat, khususnya orang tua dan kelompok rentan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap.
“Penggunaan masker perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi para siswa yang setiap hari beraktivitas di sekolah. Orang tua juga harus melindungi anak-anaknya, terutama mereka yang rentan terhadap gangguan kesehatan akibat paparan asap,” ujarnya.
Sekolah dan Orang Tua Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Saudah turut meminta pihak sekolah berperan aktif mengingatkan siswa agar menggunakan masker serta memperhatikan kondisi kesehatan mereka selama kabut asap masih berlangsung.
Ia juga mendorong sekolah dan orang tua segera mengambil langkah pencegahan apabila anak mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan asap.









