Jika kondisi udara semakin memburuk, penyesuaian aktivitas belajar mengajar, menurutnya, perlu dipertimbangkan dengan memperhatikan perkembangan situasi dan rekomendasi instansi terkait.
Saudah menekankan, penanganan kabut asap membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, instansi pendidikan dan kesehatan, pihak sekolah hingga orang tua.
Koordinasi dan langkah antisipatif yang cepat diharapkan dapat meminimalkan risiko gangguan kesehatan pada peserta didik, sekaligus memastikan lingkungan pendidikan tetap memperhatikan keselamatan siswa.
“Yang terpenting, kesehatan anak-anak harus dijaga. Kami berharap Disdik dan Dinkes segera merespons kondisi ini dengan langkah konkret, termasuk penyediaan masker dan imbauan penggunaan masker di lingkungan sekolah,” tegasnya.
(red/merindu)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









