MTQ Bukan Sekadar Kompetisi, Pembinaan Harus Berkelanjutan
Vanath mengingatkan para peserta agar tidak berhenti meningkatkan kemampuan meski pelaksanaan MTQ telah berakhir.
Ia menilai MTQ tidak semata-mata menjadi arena untuk mengejar gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut memiliki dimensi pembinaan keagamaan, karakter dan spiritual generasi muda.
“Kalian adalah anak-anak yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an, memiliki mental yang kuat, dan menjadi generasi yang membawa nilai kebaikan. Beruntung orang tua yang sejak kecil telah mendidik anak-anaknya dengan agama, karena agama menjadi benteng bagi generasi muda,” katanya.
Vanath juga menyampaikan bahwa MTQ Nasional akan terus dilaksanakan setiap tahun berdasarkan arahan Menteri Agama. Karena itu, pembinaan terhadap qari dan qariah, hafiz dan hafizah harus dilakukan secara berkesinambungan.
“Berdasarkan arahan Menteri Agama, MTQ Nasional akan terus dilaksanakan setiap tahun. Karena itu, kita harus terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Pada dasarnya MTQ adalah bagian dari syiar Islam yang harus kita dukung,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Maluku, kata Vanath, memiliki komitmen untuk terus meningkatkan prestasi kafilah Maluku pada ajang MTQ tingkat nasional.
Namun, komitmen tersebut harus diselaraskan dengan kondisi keuangan daerah serta kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berjalan.









