Kenapa Indonesia Kok “Begini-Begini Saja”?

oleh -25 views

Banyak fakta-fakta hidup yang bisa kita lihat. Orang yang awalnya hidupnya enak dan mudah, ada yang kian enak dan kian mudah. Ada yang awalnya enak akhirnya jatuh menjadi keadaan yang tidak mengenakkan. Yang awalnya kaya dan pengusaha sukses, akhirnya jatuh dan bangkrut, hingga situasi hidupnya jatuh ke posisi yang kadang amat rendah. Pun sebaliknya, ada yang awalnya berada di bawah, akhirnya naik ke atas. Tapi setelah naik ke atas, bisa jadi jatuh lagi terjun ke bawah.

Sesama pengusaha atau kapitalis sekalipun juga bersaing. Mereka harus berebut sumber daya alam dan bahan baku yang kian langka. Mereka juga berebut pasar. Mereka yang berusaha yang awalnya jalan tapi akhirnya bisa tidak lancar. Misal pasar sepi, bahan baku kian mahal karena langka dan saingan usaha mau membeli dengan harga yang lebih mahal. Untuk mempertahankan untung, harga akhirnya dinaikkan dan upah buruh ditekan.

Baca Juga  Bupati Aru Tinjau Revitalisasi Eks Taman Kota, Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Baru

Tapi menaikkan harga akan menyebabkan barang tidak disukai masyarakat karena masyarakat akan cenderung memilih barang yang murah. Pasar yang direbut pesaing usaha membuat omset turun. Untuk mengatasinya  upah buruh tidak naik, bahkan ditekan, bahkan juga dilakukan rasionalisasi dengan cara mengurangi jumlah  alias melakukan pemecatan. Melakukan PHK sendiri juga harus diikuti pemberian  pesangon. Pada akhirnya usaha macet dan bangkrut.

No More Posts Available.

No more pages to load.