Ketika Bajak Laut Amatiran Terdampar di Tual “Kapal Goyang Kapten”

oleh -91 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Apa jadinya ketika tiga orang bajak laut konyol nan amatiran terdampar di sebuah pulau terpencil di Kepulauan Tual, Maluku bersama para penumpang kapal yang hendak mereka bajak? Keseruan kisah yang diperankan komedian Yuki Kato dan kawan-kawannya ini bisa disaksikan lewat film Kapal Goyang Kapten yang akan tayang pada 5 September 2019 mendatang.

Film ini bercerita tentang tiga orang pembajak amatir yang mencoba untuk membajak kapal wisata yang sedang berlayar di Laut Maluku. Namun karena kebodohan para pembajak, mereka justru membuat kapal wisata tersebut terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni.

“Tema ini unik karena biasanya film tentang pembajakan indentik dengan drama dan aksi, tapi kali ini coba dibungkus dengan ramuan drama dan komedi,” kata Sutradara Film Kapal Goyang Kapten Raymond Handaya dalam konferensi pers, Senin (26/8).

Baca Juga  Perda Pilkades terlambat, HMI Cabang Sanana soroti Pemkab Sula

Dalam film ini, artis Yuki Kato berperan sebagai Tiara, seorang traveler pemberani. “Tiara itu perempuan suka solo traveling dan berbudi pekerti. Nggak sesuai banget sama aslinya saya,” ujar Yuki.

Link Banner

Meski harus menjalani proses syuting hampir selama 1 bulan di tengah teriknya matahari dan susahnya sinyal, Yuki mengaku sangat senang. “Satu bulan kami di sana, sudah kayak terdampar betulan. Tantangannya itu waktu pergi ke Tual tiap hari ikut kapal nelayan. Setiap hari ke pulau bolak-balik naik kapal 1 jam. Awal-awal mabuk laut,” ujarnya.

Ge Pamungkas, komedian yang ikut ambil peran dalam cerita ini, memerankan karakter bernama Daniel. Daniel adalah anak orang kaya yang ingin membuktilan bahwa ia bisa mandiri. Takdir pun membawanya terdampar di dalam kapal pesiar dan akhirnya menjalin hubungan romantis dengan Tiara.

Baca Juga  Trailer Terbaru Film Aksi Disney Mulan Ditolak Hong Kong

Dalam film itu, Daniel digambarkan sebagai sosok yang mengalami depresi dan ketakutan atas semua kisah hidup dan keluarganya. Karakter ini jelas jauh dari imej Ge yang merupakan seorang pelawak.

“Awalnya sih adaptasi cukup susah ya. Dari reading sampe lokasi syuting, saya itu bahkan nggak boleh kumpul sama teman-teman komika saat syuting. Takutnya saya kebawa ceria saat syuting. Padahal peran Daniel itu kan drama banget, takutnya nanti pas take syuting matanya jadi lebih cerah,” katanya.

Aktor senior Mathias Muchus juga ikut terlibat dalam film ini. Mathias berperan sebagai Sentot, pria yang sudah terdampar di pulau itu bertahun-tahun lamanya. Selama berada di pulau itu, Sentot hanya punya satu teman, yakni sebuah bola yang ia dandani sedemikian rupa hingga meyerupai boneka.

Baca Juga  Ekspirasi mendekat, napi makar dipindahkan ke Lapas Klas IIA Ambon

Terkenal sebagai aktor watak yang jempolan, Mathias mengaku kerap dibikin pusing kala menjalani syuting film ini. “Saya selalu bertanya-tanya, kok saya bisa-bisanya di tengah mereka (komika, Red). Syuting nggak syuting tetap saja berisik, bikin saya ketawa melulu. Saya bercermin saja ketawa sendiri. Kok saya jadi lucu ya. Gaul sama orang-orang nggak beraturan itu,” katanya.

Meski begitu, Mathias mengatakan bahwa film tersebut banyak mengandung pesan yang bisa diambil. Kapal Goyang Kapten, menurut Mathias, adalah film yang menggambarkan serangkaian masalah sosial dalam kehidupan sehari-hari dengan balutan komedi.

“Di balik kelucuan, ada yang disampaikan. Sangat memuaskan. Saya jamin film ini bisa diperhitungkan. Mudah-mudahan terhibur,” tutupnya. (red/jawapos.com)

https://youtu.be/lBXNVJDAjbE