Tim SAR Pakai Pesawat Cari Kapal Cargo MV Nur Allya

oleh -104 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Upaya pencarian terhadap kapal kargo MV Nur Allya yang hilang sejak lima hari lalu, Senin (26/8) siang kembali dilanjutkan.

Upaya pencarian lanjutan ini dilakukan Kantor SAR Ternate Maluku Utara, dengan mengguankan pesawat udara jenis Cessna C 208 B, PK-BVK dari Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate.

Informasi yang diterima dari Kepala SAR Ambon, Muslimin, menyebutkan upaya pencarian dengan menggunakan pesawat udara tersebut, dilakukan guna menjaungkau lebih luas, wilayah perairan sekitar hilang kapal tersebut.

“Dukungan pencarian hilang kontak atau distress alert terhadap kapal kargo MV Nur Allya hari ini menggunakan pesawat udara dari Ternate Maluku Utara. Pencarian akan diperluas mulai dari perairan pulau Obi hingga ke perairan pulau Buru,” ungkapnya.

Link Banner

Menurut Muslimin, pencarian melalui udara itu juga melibatkan dua personil dari Basarnas Ternate yakni Serma SAR Maykel F. Janis dan Serda SAR Ryan Azur serta dua orang dari perusahan pemilik kapal yakni Wahyu Hidayat dan Suhadi.

Baca Juga  Walikota Tidore Kepulauan Dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate

“Pencarian melalui udara dilakukan selama tiga koma lima jam dengan menyisir perairan termasuk di titik koordinat kapal hilang kontak itu. Selain dari anggota SAR juga diikutsertakan dua orang dari pemilik kapal kargo,” tambahnya.

Setelah melakukan pencarian selamat tita jam lebih, Tim SAR melaporkan upaya pencarian nihil dan pesawat kembali ke Bandar Udara Sultan Babullah di Ternate.

kapal kargo MV Nur Allya

Sebelumnya, kapal kargo MV Nur Allya, berbendera Indonesia dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Utara Pulau Buru, Maluku, pada MInggu (25/08/19) siang.

Laporan hilang kontak kapal yang mengangkut bahan tambang Nikel tersebut, disampaikan Kantor SAR Ternate Maluku Utara ke petugas SAR Namlea, Maluku.

Baca Juga  Enam Tahun Warga Capalulu Rindukan Bronjong

Kapal tersebut terakhir hilang kontak pada saat berada di laut antara pulau Buru dan Seram, Maluku dengan lokasi koordinat 02° 36’00” S / 127°12’00” E.

Kapal tersebut memiliki penumpang dua puluh lima orang, dengan rute perjalanan dari Halmahera Maluku Tengah, menuju Sulawesi Tenggara.

Kapal Kargo MV Nur Allya, telah hilang kontak sejak Selasa 20 Agustus 2019 lalu.

Kapal pengangkut bahan tambang tersebut memiliki bobot 30089 groos tonnage, dengan panjang 189 meter dan lebar 32 meter, kapal tersebut milik PT Gurita Lintas Samudera. (red)