Kisah Inspiratif Boymaira Suat, Anak Petani Pulau Buru yang Dapat Beasiswa S2 Ilmu Hukum UGM

oleh -156 views
Boymaira Suat Pasai, anak petani dari Pulau Buru yang mendapat pendidikan beasiswa S2 Ilmu Hukum di UGM dari LPDP Kemenkeu. (Foto: LPDP Kemenkeu)

Selama setahun ada dua kali panen. Apabila ditotal dengan asumsi per panen satu ton, hanya terkumpul uang panen sebesar Rp6.000.000 selama satu tahun.

Penghasilan seperti itu tentu saja tak cukup untuk menghidupi keluarga dengan rata-rata memiliki tiga sampai lima anak di rumah. Dengan kondisi seperti itu, tentunya tak heran apabila rata-rata pendidikan masyarakat di sana hanyalah tamatan SMP atau SMA. Pendidikan tinggi masih jauh dari asa.

“Mungkin psikologi mereka ketika melanjutkan sampai tingkat kuliah, itu menjadi penghambat di ekonomi (keluarga) mereka” ujar Boy dikutip dari situs LPDP Kemenkeu, Jumat (5/4/2024).

Akar struktural inilah yang membuat pendidikan tidak menjadi prioritas utama untuk dikejar. Bahkan keengganan bersekolah tinggi juga dimiliki orang-orang yang notabene memiliki cukup kekayaan, seperti para pemilik kebun.

Mereka berpikir lulus sekolah belum tentu mendapat pekerjaan yang layak. Menjadi suatu keberuntungan ketika keluarga Boy punya kesadaran dengan menginginkan anak-anaknya bisa menempuh pendidikan tinggi. Dari kelima saudara, tiga orang telah tamat sarjana termasuk Boy.

Baca Juga  Dinilai Ideal untuk Pemilu Mendatang, Golkar Usul Parliamentary Threshold 5 Persen

Jalan Terjal Akses Pendidikan di Wilayah Kepulauan

Maluku merupakan wilayah kepulauan yang akses dari satu pulau ke pulau lainnya membutuhkan transportasi laut atau udara. Sekolah dan universitas yang bagus masih berada di pulau lainnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.