Porostimur.com, Jakarta – Direktur Utama (Dirut) PT Adidaya Tangguh Eddy Sanusi, dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pengadaan dan perizinan proyek di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut).
“Hari ini bertempat di Gedung Merah Putih KPK, tim penyidik menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi,” kata Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Senin siang (19/2/2024).
Selain itu, kata Ali, tim penyidik juga memanggil enam orang saksi lainnya, yakni Samsudin Abdul Kadir selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Malut, Nirwan selaku Inspektorat Malut, Jufri Salim selaku PNS, Muabdin Hi Radjab selaku pensiunan PNS, Olivia Bachmid selaku swasta, dan Silvester Andreas selaku swasta.
Saksi Eddy Sanusi sendiri sebelumnya mangkir dari panggilan tim penyidik saat dipanggil untuk hadir dan diperiksa pada Senin (29/1).
“Saksi (Eddy Sanusi) tidak hadir dan tanpa memberikan konfirmasi pada tim penyidik. Kami ingatkan untuk kooperatif hadir pada pemanggilan berikutnya,” kata Ali pada Selasa (30/1).
Pada Rabu 20 Desember 2023, KPK resmi umumkan 7 tersangka usai kegiatan tangkap tangan yang dilakukan di wilayah Malut dan Jakarta pada Senin 18 Desember 2023.









