Making Indonesia Great Again

oleh -16 Dilihat

Ungkapan the king can do no wrong muncul dalam khazanah politik monarki yang hendak dibangun Mulyono. Adagium ini tertera dalam buku karya Presiden RI Ke-6 SBY. Judul lengkapnya “Pilpres 2024 dan Cawe-Cawe Presiden Jokowo. The President Can Do No Wrong.” Pemikiran ini dapat dikatakan sebagai alat kekuasaan penguasa untuk merekayasa warga negara.

Produk hukum Indonesia saat ini telah terkontaminasi pemikiran tersebut. Tidak heran warga menginginkan keseimbangan politik hukum untuk menuntut keadilan hukum penguasa” (Kanun, Vol. 20, No 2, 2018). Tapi ideologi ini tak bisa jalan jalan tanpa berdusta. Dan dusta harus dilakukan terang-terangan dan terus-menerus untuk memberi efek “dipercaya”. Ini sejalan dengan pernyataan ahli propaganda Nazi, Joseph Goebbels, bahwa kebohongan yang dilancarkan berkelanjutan akan menjadi kebenaran.

Baca Juga  DPP GPM Soroti 24 Tongkang Angkut Ore dari Pulau Gebe, Status RKAB PT Smart Marsindo Dipertanyakan

Ini dikenal sebagai “illusory truth effect” atau efek kebenaran ilusi, yang merupakan fenomena — seperti kebohongan — yang diungkapkan terus-menerus sehingga khalayak percaya. Hasil penelitian Dr Lynn Hasher dan kolegenya dari Temple University pada tahun 1977 menyimpulkan, ketika seseorang mendapatkan sebuah isu, ia cenderung mempercayai informasi itu dengan cara yang paling sering dia percaya.

No More Posts Available.

No more pages to load.