Media Asing Soroti Banyaknya Kayu Gelondongan dalam Banjir Dahsyat Sumatra

oleh -6 Dilihat

Sistem Peringatan dan Kesiapsiagaan Dipertanyakan

BMKG menyatakan telah memperingatkan pemerintah daerah mengenai potensi Siklon Senyar delapan hari sebelum terbentuk sepenuhnya. Namun, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan bahwa tidak semua kepala daerah siaga menjalankan peringatan tersebut.

Dampaknya terlihat di lapangan: warga di banyak daerah tidak menerima informasi awal, sehingga hanya memiliki hitungan menit untuk menyelamatkan diri saat bencana tiba.

Krisis Iklim Memperburuk Intensitas Badai

Para ahli iklim menilai pemanasan laut menjadi penyebab utama meningkatnya curah hujan ekstrem. Suhu laut yang lebih hangat membuat badai membawa lebih banyak uap air dan menghasilkan hujan luar biasa deras, seperti yang terjadi belakangan ini di Indonesia dan Sri Lanka.

Baca Juga  Gunung Dukono Erupsi Lagi, PVMBG Larang Warga Mendekati Kawah dalam Radius 4 Kilometer

Roxy Mathew Koll dari Institut Meteorologi Tropis India menjelaskan bahwa kondisi ini menciptakan “risiko berjenjang” di Asia Tenggara: badai lebih basah, atmosfer lebih lembap, dan masyarakat tinggal di kawasan rentan.

Penelitian Andra J. Garner dari Rowan University menunjukkan bahwa badai kini cenderung menguat lebih cepat di dekat pesisir Asia Tenggara dan bergerak lebih lambat setelah mencapai darat. Hal ini menyebabkan durasi paparan bahaya semakin lama dan meningkatkan tingkat kehancuran.

“Semakin lama Anda terpapar bahaya semacam itu, semakin besar dampaknya,” kata Garner. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.