Obama Kaget Putin Invasi Ukraina, Akui Tak Bisa Prediksi Langkah Presiden Rusia meski Kenal Baik

oleh -33 views

Porostimur.com, Chicago – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang secara pribadi mengenal Presiden Rusia Vladimir Putin, terkejut dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Kerap berhubungan dengan Putin selama menjabat jadi Presiden, Obama tak menyangka presiden 69 tahun itu akan melakukan tindakan ekstrem.

Suami Michele Obama itu mengaku tak bisa memprediksi langkah yang diambil Putin.

Dilansir dari Daily Mail, Kamis (7/4/2022), Obama, menyatakan hal tersebut saat berbincang dengan editor Atlantik Jeffrey Goldberg di sebuah acara yang diselenggarakan oleh Institut Politik dan Atlantik Universitas Chicago.

Meski berkali-kali bertemu Putin, Obama mengaku tak lagi mengenali presiden Rusia tersebut karena sikapnya begitu berbeda dari sosok Putin yang dikenal.

“Saya tidak tahu apakah orang itu sama dengan orang yang sekarang memimpin serangan ini,” kata Obama.

“Seorang Putin mempertaruhkan pertanian (tanah/farm) dengan cara ini? Saya tidak akan bisa memprediksinya lima tahun yang lalu.”

Obama mengatakan bahwa invasi tersebut merupakan peringatan betapa demokrasi telah melunak dan tidak berdaya karena meningkatnya kekuasan mutlak pemimpin negara.

“Putin mewakili reaksi yang sangat khusus terhadap cita-cita demokrasi tetapi juga globalisasi, benturan budaya, kemampuan untuk memanfaatkan kemarahan dan kebencian di sekitar mitologi etno-nasionalis,” kata Obama.

“‘Ini berbicara tentang masa depan yang jauh lebih bergejolak, sulit, penuh kekerasan, menantang bagi generasi mendatang jika kita tidak melakukan beberapa hal dengan benar, di sini di rumah, di Eropa, di Asia, dan Amerika Latin karena apa yang terjadi di sana tidak terisolasi.”

Obama menambahkan bahwa dia tidak yakin bagaimana semua ini akan berakhir, karen merasa masih terlalu dini untuk menilai.

“Saya tidak hanya akan mencoba untuk tidak memprediksi apa yang ada dalam pikiran Putin, tetapi bagaimana orang Ukraina memandang perjuangan ini, karena kita sekarang duduk dengan nyaman sementara mereka sedang mengalami kesulitan,” ucap Obama. (red/tribunnews)