Oratmangun: Sikap Pengurus KSM Wermanassar, Aneh Tapi Nyata

oleh -154 views
Link Banner

Porostimur.com | Saumlaki: Pada tahun 2019 Oleh Pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kepulaun Tanimbar (KKT), mengalokasikan sejumlah anggaran untuk membantu masyakat kurang mampu di daerah itu dengan program pembuatan “Tangki Septik” yang pelaksanaannya dilakukan secara swakelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Desa Namtabung Kecamatan Selaru pun kebagian program pembangunan puluhan “tengki septik” tersebut yang dikerjakan oleh KSM Wermanassar, bentukan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

KSM Wermanassar diketua oleh, Simon Malihu (Kepala Seksi Pemerintahan), Sekretaris KSM Semuel Abarua (Sekretaris Desa), Bendahara KSM, Yakop Imanuel Marsela (Bendahara Desa) dengan beberapa anggota lainnya.”

Dalam pekerjaan tangki septik itu, para penerima manfaat menerima bahan material non lokal berupa semen, besi dan lainnya dengan jumlah bervariasi. Bahan material lokal dan upah kerja yang dibayarpun bervariasi.

Namun sayangnya, ada tangki septik yang belum selesai dikerjakan sampai tahun 2021, padahal terhitung tahun 2019 itu anggaran pekerjaan tangki septik sudah dicairkan 100% kepada KSM.

Terkait dengan kerja KSM yang amburadul itu maka sebagai anak negeri yang peduli terhadap masyakat membuat aduan atau menyurati Inspektorat KKT guna melaporkan pembuatan sejumlah tangki septik tersebut.

Baca Juga  Wapauwe, Masjid Kuno di Maluku yang Pernah Berpindah Sendiri

Dari hasil laporan masyakat itu, kemudian Inspektorat bekerja sesuai dengan fungsi dan peran dengan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan berdasarkan laporan masyarakat itu.

Sebagai lanjutan pemeriksaan itu kemudian pada tanggal 24 Agustus 2021 datang ke Namtabung untuk melakukan investigasi lapangan, ternyata ada 1 tangki septik belum selai dikerjakan, bahkan beberapa pekerja belum menerima upah kerja 100% termasuk bahan lokal yang punya masyarakatpun belum dilunasi oleh KSM.

Sehari setelah Inspektorat kembali ke Saumlaki, Ketua KSM mendatanggi para penerima manfaat untuk membubuhi tanda tangan pada kertas yang telah disiapakan oleh Ketua KSM, dengan alasan untuk pencairan tahap ketiga dana pembuatan tangki septik yang dianggarkan tahun 2019 itu.

Baca Juga  Mengaku belum sempurna, Polda Maluku upaya menjadi lebih baik

Menanggapi kerja Ketua KSM paska investigasi lapangan oleh inspektorat salah satu pelapor, Apolos Oratmangun kepada wartawan mengatakan ini sesuatu yang “Aneh tapi Nyata”

Bagi Oratmangun ini sebuah pembodohan yang telah dilakukan oleh Ketua KSM, karena pekerjaan itu sudah dilaporkan pada tahun 2019 dan realisasi anggaranya sudah dicairkan 100% juga.

“Lalu dana apa lagi yang harus dicaikan pada tahun 2021 ini,” tanya Oratmangun.

Untuk itu kami minta terimakasih kepada pihak inspektorat dan kami mohon melakukan fungsinya secara baik dan adil sehingga semua persoalan tentang pekerjaan tangki septik ini menjadi jelas, sehingga tidak lagi menjadi polimik di tengah-tengah masyarakat, “harap Oratmagun.

Oratmagun meminta kepada masyarakat Namtabung dan unsur pemerintah desa untuk tetap tenang. “Apa yang kami lakukan adalah menyoroti pekerjaan KSM, bukan menyoroti masyarakat dan pemdes setempat,” imbaunya.(liehu)