“Kalau untuk penginapan, tarifnya tidak jauh beda seperti, di Visal, Bogenvil, dan Seroja mulai dari Rp300.000-400.000,” jelas Muslihin. Kamis (3/11/2022).
Kepada pihak homestay, Muslihin bilang, disarankan agar menyiapkan handuk, air mineral, meja, sendal dan sebagainnya.
Berkaitan dengan fasilitas homestay, sejauh ini tidak dipersiapkan oleh pemerintah kota maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara, karena itu merupakan swadaya dari masyarakat tanpa bantuan dari manapun.
“Jadi rumah sekitar 400 lebih. InsyaAllah kedepan pengunjung jika sudah membludak, kami akan memperluaskan homestay sampai di Tongwai, Gurabati, Tomalou, hingga ke LPMP Maluku Utara yang dipersiapkan sebanyak 250 kamar sesuai dengan pertemuan dengan lurah dan vamat,” tukasnya.
Sesuai data yang dikantongi, saat ini sudah ada sembilan kementerian maupun lembaga yang memboking homestay seperti, Bupati Halsel 1 kamar, Wakil Bupati Halsel 1 kamar, Angkatan Laut 4 kamar, Binda 4 kamar, Basarnas 4 kamar, Kemendagri 2 kamar, Kemendes 5 kamar, serta Sekretaris Kabinet 3 kamar.
“Sebab fasilitas kamar, akan disiapkan tiga hari menjalang hari H pelaksanaan Sail Tidore. Karena saat ini kamar masih dipakai oleh warga,” tuturnya.
Selain homestay yang dipersiapkan di darat, ada juga KM Tatamailau yang dijadikan hotel terapung, dengan kapasitas sebanyak 2000-an tamu.









