Pemkab Halbar Optimis Mampu Atasi Kasus Stunting

oleh -29 views

Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat menurutnya telah melakukan berbagai upaya guna menekan angka stunting.

Upaya-upaya yang telah dilakukan itu menurut Herny di antaranya, sosialisasi dan pembentukan posyandu prakonsepsi di empat kecamatan yang angka stuntingnya tinggi yaitu Kecamatan Tabaru, Kecamatan Ibu Selatan, Kecamatan Jailolo Selatan dan Kecamatan Jailolo pada tahun 2020 silam.

Upaya lain yakni pelaksanaan workshop percepatan penurunan stunting dan penandatangan komitmen dengan lintas sektor terkait pada Tahun 2020. Di samping itu, juga telah diadakan kerja sama dengan Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya dalam pemberian MMN (Multi Mikro Nutrien).

“Pada Tahun 2020 Halmahera Barat mendapat 2000 kapsul MMN (Multi Mikro Nutrien) yang diperuntukan untuk ibu hamil sebanyak 1000 botol kapsul dan calon pengantin (cantin) sebanyak 1000 botol kapsul dan Tahun 2021 mendapat 10000 botol kapsul MMN (Multi Mikro Nutrien) yang diperuntukan untuk ibu hamil 5000 botol kapsul dan 5000 botol kapsul untuk calon pengantin (cantin),” beber Herny.

“Selain itu, juga telah ada penetapan SK Bupati Halmahera Barat Tahun 2021 untuk lokus stunting tahun 2022 di enam kecamatan (Kecamatan Loloda, Kecamatan Tabaru, Kecamatan Ibu, Kecamatan Jailolo, Kecamatan Jailolo Selatan dan Kecamatan Jailolo Timur dengan jumlah desa lokus 32 desa,” imbuhnya.