Perang Rusia dan Ukraina: Anis Matta Sebut Jalan Pikiran Putin Sulit Ditebak

oleh -4 Dilihat

“Ini mungkin menurut saya menjadi salah satu alasan mengapa Putin tidak segera mengambil alih Ukraina. Dia ingin menciptakan masalah yang lebih besar lagi terlebih dahulu. Karena menurut dia, ini bukan konflik dengan Ukraina. Ini konflik dengan Barat, akibat ekspansi yang terus-menerus dilakukan oleh NATO,” terang Anis Matta.

“Jadi, ini seperti usaha untuk mencekik dia dan ini adalah cara dia melawan cekikan dari NATO secara keamanan. Karena itu, persoalan refugee (perlindungan pengungsi) ini, akan menjadi masalah bagi negara-negara yang selama ini terlibat menekan atau memojokkan Rusia,” tutur Anis.

Anis mengatkan dalam tiga kali perundingan Ukraina dan Rusia, tidak ada hasil sama sekali. Konflik ini akan terus memanjang yang mengakibatkan sendi-sendi tatanan global yang lama akan hancur. Tatanan global yang dibangun setelah perang dunia II, semuanya mengalami disfungsi mulai dari institusinya, sistemnya sampai hubungannya. Kemudian, muncul tatanan dunia baru.

Baca Juga  Wacana Pansus dan Hak Angket Terkait Gibran Mengemuka di DPR, Ini Bocoran dari PKS

Sayangnya, Anis mengatakan perang dua negara ini menghasilkan residu dan dampak kepada Indonesia. Anis menilai dampaknya tidak hanya dapat dilihat dari sektor ekonomi yang dilihat dari sisi hubungan bilateral Indonesia-Rusia dan Indonesia-Ukraina.