Perang Rusia dan Ukraina: Anis Matta Sebut Jalan Pikiran Putin Sulit Ditebak

oleh -0 Dilihat

Oleh karena itu, Anis memprediksikan perang antara Rusia dan Ukraina tidak akan selesai dalam jangka pendek. Hal itu terlihat dari jumlah pengungsi yang dalam kurun waktu 12 hari sudah mencapai 2 juta orang. Angka ini akan terus bertambah, dan tidak ada yang bisa memprediksi pertambahan angka pengungsi. Bisa saja mencapai 5 hingga 6 juta.

“Kalau kita bicara angka 5 juta, itu sama dengan Singapura (jumlah penduduknya). Artinya, itu sendiri akan menjadi satu masalah kemanusiaan, masalah politik yang luar biasa besarnya. Ini berarti, bahwa konflik ini tidak akan selesai dalam jangka pendek,” kata Anis.

Masalah lain yang timbul, menurut Anis, eskalasi sanksi ekonomi yang diberikan Rusia terus meningkat. Terakhir, sanksi penghentian impor minyak dari Rusia oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

Baca Juga  Alat Berat Proyek PLTP Tawa Songa Wayaua Melintas Jalan Umum Tanpa Tronton, Warga Soroti Potensi Kerusakan

Dengan memasukkan Rusia ke dalam daftar sanksi, Anis menyatakan sama saja dengan satu pernyataan perang bagi seluruh pihak yang menetapkan sanksi. Kondisi sanksi ini mendekati situasi point of no return atau titik tidak bisa kembali. Dengan begitu, eskalasi sanksi ini akan menyebabkan konflik terjadi bukan hanya antara Rusia dengan Ukraina, tetapi juga Barat.

Hal ini terlihat dari makin banyak pihak-pihak yang terlibat. Misalnya, seperti melibatkan internasional fighter, termasuk suplai senjata terus-menerus yang dilakukan AS dan Eropa kepada Ukraina.