Ia juga membantah anggapan bahwa operasi militer pemerintah Yaman akan berlangsung cepat.
“Menurut saya, ini bukan operasi yang akan berjalan mudah dan cepat. Prosesnya mungkin akan memakan waktu bertahun-tahun,” tegasnya.
Shiban menilai kondisi tersebut sekaligus menunjukkan kegagalan komunitas internasional dalam mendorong penyelesaian konflik Yaman. Meskipun sempat terjadi gencatan senjata pada 2022, upaya menuju perdamaian permanen dinilai belum menghasilkan terobosan berarti.
Ia juga menyoroti komunikasi antara mediator internasional dan kelompok Houthi yang dinilai mengalami kebuntuan.
“Utusan PBB untuk Yaman sudah lebih dari dua tahun tidak dapat bertemu dengan pihak Houthi, jadi ini merupakan kegagalan di semua tingkatan—baik secara internal maupun bagi para mediator dan komunitas internasional,” pungkasnya.
sumber: sindonews









