Menurut Shiban, penguasaan wilayah sekitar Taiz menjadi penting bagi Houthi untuk memperkuat jalur menuju wilayah selatan.
“Jadi, mereka tidak bisa bergerak ke Aden sampai mereka memperkuat kehadiran mereka di wilayah tengah Yaman,” ujarnya.
Ia menilai perkembangan pada September telah meningkatkan kepercayaan diri kelompok Houthi. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat kelompok tersebut melihat peluang untuk memperluas penguasaan wilayahnya.
“Mereka merasa bersemangat karena peristiwa bulan September, dan mereka beranggapan inilah saatnya untuk menguasai seluruh wilayah negara itu,” kata Shiban.
Di sisi lain, operasi militer pemerintah Yaman untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi diperkirakan menghadapi tantangan besar.
Konflik Diprediksi Berlangsung Bertahun-tahun
Shiban menilai berbagai tanda yang ada saat ini mengarah pada kemungkinan terjadinya pertempuran berkepanjangan.
“Segala tanda mengarah pada pertempuran yang berkepanjangan,” katanya.
Menurut dia, eskalasi terbaru bahkan berpotensi membuka babak baru perang yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun.
“Kita mungkin akan menyaksikan babak baru konflik yang berlangsung bertahun-tahun di Yaman. Dan sayangnya, masyarakat Yamanlah yang akan menanggung dampak terberat dari eskalasi ini,” ujar Shiban kepada Al Jazeera dari Istanbul.









