Porostimur.com, Sanaa – Konflik di Yaman kembali memasuki fase yang mengkhawatirkan setelah pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melancarkan operasi militer baru untuk merebut wilayah yang dikuasai kelompok Houthi.
Operasi tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung singkat. Peneliti keamanan internasional Royal United Services Institute (RUSI), Baraa Shiban, menilai perkembangan terbaru merupakan rangkaian dari eskalasi yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Menurut Shiban, situasi yang sebelumnya relatif tenang mulai meningkat sejak Juli dan terus memburuk setelah kelompok Houthi memperluas penguasaannya di sejumlah wilayah strategis.
Perebutan kota strategis Mocha di pesisir Laut Merah oleh Houthi pada bulan lalu disebut menjadi salah satu pemicu utama perkembangan terbaru.
“Pada dasarnya, mereka berusaha bergerak ke arah pedalaman untuk memperkuat penguasaan mereka karena mereka membutuhkan wilayah dataran tinggi yang menghadap ke pantai barat Yaman. Dan saat ini, mereka sedang berupaya menerobos masuk ke kota Taiz,” kata Shiban kepada Al Jazeera.
Taiz Jadi Titik Strategis Perebutan Wilayah
Taiz memiliki posisi penting dalam peta konflik Yaman karena menghubungkan wilayah barat laut yang berada di bawah kendali Houthi dengan kawasan selatan yang menjadi basis pemerintahan Yaman di Aden.









