Polda Maluku Gelar Dialog Tentang Vaksin

oleh -1 Dilihat

Ia mengaku, almarhum saat akan menjalani vaksinasi sudah di screening dokter. Saat itu tidak ada keluhan dari almarhum.

“Bahwa anggota polri meninggal pada beberapa waktu yang lalu bukan karena divaksin namun karena Covid-19 dengan di perparah penyakit bawaan almarhum,” tegasnya.

Chandra menambahkan, Polda Maluku dalam hal ini Bodang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) sangat mendukung program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah.

Pihaknya, kata dia akan selalu memberikan edukasi kepada personil polri untuk segera melaksanakan vaksinasi.

“Terkait efek dan gejala yang dirasakan setelah divaksin akan di sampaikan kepada personil sehingga personil yang melaksanakan vaksin sudah memahami efeknya,” tandasnya.

Menurut spesialis ahli dalam RSUD dr. M. Haulussy Ambon, dr. Chinttia Pentury, terkait gejala yang dirasakan masyarakat setelah divaksin sampai saat ini masih dikategorikan ringan dan tidak ada masalah.

Baca Juga  Demo Unpatti Memanas, Sekuriti Hany Fendjalang Alami Luka Bakar dan Dilarikan ke RS Leimena

“Masyarakat yang akan mendapatkan suntikan vaksin akan di screening terlebih dahulu dan dokter akan memberikan rekomendasi apakah yang bersangkutan boleh divaksin atau tidak,” katanya.

Orang yang sudah divaksin, kata dia, juga akan diminta atau diobservasi selama 30 menit. Ini dilakukan untuk melihat kondisi yang bersangkutan pasca divaksin.