Menurut Marthin, PT Pelni telah menyiapkan 12 kapal untuk melayani arus mudik di kawasan timur Indonesia. Kapal-kapal tersebut di antaranya KM Labobar, KM Nggapulu, KM Ciremai, KM Gunung Dempo, KM Sirimau, KM Leuser, dan KM Pangrango.
ASDP Tambah Trip Hunimua–Waipirit
Sementara itu, untuk lintasan penyeberangan antarprovinsi, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon menambah jumlah perjalanan kapal pada lintasan Hunimua–Waipirit menjadi 17 trip per hari.
General Manager ASDP Ambon Syamsuddin Tanassy, menjelaskan bahwa biasanya penyeberangan hanya melayani sekitar 13 trip per hari. Namun setelah berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Maluku, jumlah perjalanan ditingkatkan guna mengantisipasi lonjakan arus mudik.
“Dengan lima kapal, setiap sekitar satu jam sudah ada kapal yang sandar di dermaga. Jadi kendaraan yang akan menyeberang tidak perlu menunggu terlalu lama,” ujarnya.
Ia menambahkan, pola operasi tersebut dinilai efektif berdasarkan pengalaman pada periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya. Bahkan jika satu kapal tambahan dioperasikan selama 24 jam penuh, jumlah perjalanan berpotensi meningkat hingga 20 trip per hari.
Selain itu, waktu bongkar muat kapal juga dipersingkat dari satu jam menjadi sekitar 45 menit pada jam-jam rawan kepadatan.









