Purbaya Bikin Luhut Tantrum

oleh -8 Dilihat
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis

Wajar bila Purbaya menolak membiayai Family Office dari APBN. Membahayakan fiskal negara. Pengalaman kereta cepat Woosh harus menjadi pelajaran penting.

Ketiga, Luhut minta suntikan dana Rp 50 triliun ke Purbaya untuk Investment National Authority (INA). Permintaan Luhut inipun disambut baik oleh Purbaya tapi dengan syarat yang sulit dipenuhi oleh Luhut.

Syarat dana yang diminta Luhut tersebut, kata Purbaya harus benar-benar diarahkan ke sektor riil yang produktif, bukan ke obligasi atau bond seperti keinginan Luhut yang memantik kecurigaan seperti penempatan dana Telkomsel ke Go To yang berpotensi Telkomsel rugi Rp 6,4 triliun karena anjloknya saham Go To.

Biarkan Jokowi dan Luhut tantrum. Purbaya sendiri bilang, Jokowi bangun infrastruktur ekonomi tumbuh hanya 5 persen. Sudah cukup Indonesia dirusak selama 10 tahun terakhir. Saatnya Indonesia berbenah! Bila tidak, seperti kata Presiden Prabowo, “Indonesia bubar tahun 2030.”

Bandung, 30 Rabiul Tsani 1447/22 Oktober 2025

Baca Juga  SDN 2 Halbar Kirim Tiga Siswa Ikuti Olimpiade Matematika Gasing Tingkat Nasional

No More Posts Available.

No more pages to load.