Putusan MK Bergantung Keberanian Hakim

oleh -51 views

Oleh: Muhammad Chirzin, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Bola panas sengketa Pilpres 2024 berada di Mahkamah Konstitusi. Pihak-pihak yang bersengketa maupun pihak yang terkait telah didengar pendapatnya dengan saksama. Menurut Mahkamah Konstitusi rapat permusyawaratan hakim (RPH) formal dalam sengketa hasil Pilpres dimulai setelah penerimaan kesimpulan pada 16 April 2024.

TEMPO.CO, Jakarta, Minggu, 14 April 2024 memberitakan, Ketua Tim Hukum Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, Ari Yusuf Amir, optimistis Mahkamah Konstitusi akan mengabulkan gugatan yang diajukan timnya terkait sengketa hasil pemilihan presiden atau pilpres 2024.

TPN AMIN optimis gugatannya akan dikabulkan, karena yakin hakim-hakim tersebut dalam proses persidangan sudah menggali jauh lebih dalam tentang substansi materinya. Tim Anies sebut Hakim MK hanya perlu hati nurani untuk putuskan Sengketa Pilpres.

Baca Juga  Simulasi Kredit Honda Brio Termurah, Cicilan Mulai Rp 2 Jutaan!

Dari perkembangan sidang yang sudah dilakukan, para hakim berkeinginan untuk tidak hanya membahas hasil, tapi juga proses dan substansi masalah yang diajukan, yaitu tentang pelanggaran konstitusi, terjadinya kecurangan.

Putusan akhir MK kembali pada keberanian para hakim itu sendiri. Dengan segala keterangan saksi, bukti, hingga ahli-ahli yang dihadirkan, para hakim sebetulnya meyakini telah terjadi kecurangan dan pelanggaran konstitusi. Sekarang tinggal keberanian mereka dalam membuat keputusan. Karena yang dihadapi ini rezim yang lagi berkuasa.

No More Posts Available.

No more pages to load.