Restui Invasi Rusia ke Ukraina, Pemimpin Gereja Ortodoks Moskow Kena Sanksi

oleh -53 views
Link Banner

Porostimur.com, Brussel – Uni Eropa menyiapkan paket sanksi baru untuk Rusia. Pada paket terbaru, muncul nama pemimpin Gereja Ortodoks Rusia: Patriarch Kiril. 

Patriarch Kiril diketahui memberikan restu atas invasi Rusia yang digencarkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Berdasarkan laporan DW.com, Rabu (4/5/2022), rekomendasi sanksi untuk Kiril diberikan oleh Komisi Eropa. Selain Kiril, Komisi Eropa juga akan memberikan sanksi kepada bank terbesar di Rusia.

Paus Fransiskus juga memberikan kritikan kepada Patriarch Kiril karena mendukung invasi ke Ukraina. Keduanya berbicara selama 40 menit pada 16 Maret lalu. Pontifex mengaku heran kenapa pimpinan gereja Rusia justru mendukung peperangan.

“Pada 20 menit pertama ia membaca pada saya, dengan sebuah kartu di tangannya, semua justifikasi untuk perang,” ujar Paus Fransiscus, seperti dilansir CNN.

“Saya mendengarkan dan bilang padanya: Saya tidak paham tentang ini,” kata Paus Fransiskus.

Baca Juga  Teguh Santosa Bicara Masa Depan Media Siber

Paus mengingatkan Patriarch Kiril bahwa gereja tidak boleh menggunakan bahasa politik.

“Saudaraku, kita bukan pendeta dari negara, kita tak bisa menggunakan bahasa politik, melainkan (bahasa) Yesus,” ujar Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus pun mengingatkan agar Patriarch Rusia jangan sampai berubah menjadi “anak altar” bagi Presiden Vladimir Putin.

Pada situs resmi Vatikan, Paus Fransiskus disebut meminta agar Patriarch Kiril membantu memadamkan api konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Paus turut mengingatkan bahwa orang-orang yang membayar paling mahal dari konflik ini adalah tentara dan rakyat sipil. 

Embargo Minyak

FOTO: Tanda Perdamaian Raksasa dari Belgia untuk Perang di Ukraina. (AP Photo/Geert Vanden Wijngaert)

Baca Juga  3 Alasan Real Madrid Bisa Tendang Manchester City dari Liga Champions

Uni Eropa akan mengambil langkah tegas untuk melaksanakan embargo terhadap minyak Rusia. Langkah ini diprediksi bisa memberikan dampak besar kepada ekonomi Rusia, pasalnya negara itu sangat mengandalkan komoditas energi. 

Wacana embargo itu diumumkan oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Rabu (4/5/2022). 

“Kami mengajukan pencekalan pada minyak Rusia,” ujar Ursula von der Leyen, dikutip melalui akun Twitter resminya @vonderleyen.

Ia mengakui bahwa hal itu tidak akan mudah, namun ia berjanji akan mengupayakannya, dan secara bertahap berhenti membeli minyak Rusia.

“Demi memaksimalkan tekanan kepada Rusia, sembari meminimalisir dampak ke ekonomi kita,” ujarnya.

Sanksi lain yang dipersiapkan Komisi Eropa akan menimpa Sberbank, yakni bank terbesar Rusia. Sberbank dan dua bank besar lainnya akan dikeluarkan dari sistem SWIFT.

Baca Juga  Warga Leihari dan Rutong Lapor Banyak Ikan Mati Terdampar, Dinas Perikanan Kota Ambon Langsung Turun Cek

Komisi Eropa juga mengaku sudah mengumpulkan nama-nama pejabat Rusia yang bertanggung jawab atas pembunuhan massal di Bucha, Ukraina. Nama-nama itu termasuk para pejabat tinggi militer. 

“Kami tahu siapa kalian. Dan kalian akan dibuat bertanggung jawab,” ujar Ursula von der Leyen yang juga sempat berkunjung ke Ukraina beberapa waktu lalu.

(red/liputan6)