Rezaei Sebut Trump Hanya Bisa Menang Perang Iran dalam Imajinasinya

oleh -15 Dilihat

Iran Klaim Mampu Bertahan dan Memberikan Perlawanan

Konflik Amerika Serikat dan Iran bermula dari serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Pertempuran kemudian berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang melibatkan serangan rudal, drone, operasi militer dan tekanan ekonomi.

Menurut Rezaei, kemampuan Iran memberikan perlawanan menjadi salah satu alasan mengapa klaim kemenangan Amerika Serikat tidak dapat diterima begitu saja.

Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah sasaran Amerika Serikat dan Israel di kawasan. Konflik juga berdampak langsung terhadap jalur pelayaran dan perdagangan energi global, terutama di sekitar Selat Hormuz.

Di tengah konflik tersebut, Iran juga tetap mempertahankan kemampuan militernya, sementara Amerika Serikat menghadapi biaya operasi dan kebutuhan amunisi yang terus meningkat. Laporan Congressional Research Service menyebut operasi militer AS telah menelan sekitar 38 miliar dolar AS hingga 1 Agustus 2026.

Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga menegaskan bahwa setiap agresi baru akan mendapat respons militer.

Baca Juga  Kejari Halsel Usut Kasus Dugaan Korupsi Dana Beasiswa STAIA Labuha

Di sisi lain, Trump tetap memberikan tekanan kepada Teheran agar menerima kesepakatan yang ditawarkan Washington. Ia bahkan sebelumnya menyampaikan ancaman keras terhadap Iran apabila tidak mencapai kesepakatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.