Tujuan Perang dan Jalan Damai Masih Buntu
Sejak awal perang, pemerintahan Trump menyatakan sejumlah tujuan strategis, termasuk menghancurkan kemampuan rudal Iran, melumpuhkan kekuatan angkatan lautnya dan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Namun, sejumlah tujuan tersebut belum sepenuhnya menghasilkan penyelesaian konflik. Gencatan senjata yang sempat tercapai pada April dan kesepakatan memorandum pada Juni 2026 juga akhirnya runtuh, sementara kontak diplomatik kembali dilakukan untuk mencari jalan keluar.
Pada September, Trump kembali menyatakan Amerika Serikat akan segera memenangkan perang. Namun, laporan terbaru menunjukkan Washington dan Teheran masih berhadapan dengan perbedaan mendasar mengenai sanksi, program nuklir Iran, serta status dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Trump juga menolak proposal Iran yang ditujukan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menghidupkan kembali perundingan. Meski demikian, mediator dari sejumlah negara masih berupaya mempertemukan posisi kedua pihak.
Dengan kondisi tersebut, pernyataan Rezaei menegaskan posisi Tehran bahwa perang belum dapat dinyatakan selesai hanya berdasarkan klaim kemenangan dari salah satu pihak.
Bagi Iran, hasil akhir konflik akan ditentukan oleh perkembangan di lapangan, kemampuan militernya serta proses diplomasi yang hingga kini masih berlangsung.









