“Jenazah akan dibawa ke Desa Awer, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat.
Djasman Abubakar dengan tegar berkali-kali mengatakan “kehilangan” atas kepergian Alberth Papilaya.
“Sebagai putra Maluku Utara, almarhum banyak dijadikan contoh bagi atlet tinju Maluku Utara dalam meraih prestasi sampai ke tingkat Internasional. Oleh karenanya, tentu kami sangat merasa kehilangan sosok yang menjadi inspirasi bagi anak muda Maluku Utara,” kata Djasman.
“Pengprov Pertina Maluku Utara sangat kehilangan. Alberth Papilaya adalah bagian dari Maluku Utara,” sambubgnya.
Djasman Abubakar akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. “Saya berharap ada perhatian dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, minimal dalam pelepasan jenazah.”
Djasman Abubakar meneruskan. ”Karena almarhum adalah Polri aktif, saya harus koordinasi dengan kepolisian di Ternate. Sementara, istri Bung Alberth sudah menyampaikan berita duka ini ke Polda Metro Jaya.”

Ucapan belasungkawa juga dilontarkan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari.
“Dunia tinju amatir Indonesia berduka. Kita telah kehilangan petinju yang pernah mengharumkan nama bangsa dan negara di ajang SEA Games dan Olimpiade. Saya dan seluruh jajaran pengurus KOI/NOC Indonesia ikut belasungkawa. Selamat jalan Bung Albert Papilaya,” kata Raja Sapta Oktohari yang akrab dipanggil Okto




