Albert Papilaya yang lahir Tobelo, Maluku Utara, 15 September 1967 merupakan legenda tinju amatir Indonesia. Dia mengoleksi 7 medali emas SEA Games dan juga meraih prestasi di Piala Presiden serta termasuk tiga petinju Indonesia yang mampu menembus babak perempat finalis Olimpiade.
Pada Olimpiade XXV/1992 Barcelona, Alberth Papilaya bertanding di kelas menengah 75 kilogram dan berhasil sampai ke 8 besar kemudian kalah dan gagal merebut medali. Di Olimpiade Alberth bersama Hendrik Simangunsong, yang bertanding di kelas menengah ringan. Saat Olimpiade berlangsung, tim Oscar De La Hoya datang ke asrama atlet dan menawarkan tinju profesional. Alberth menolak.
Alberth Papilaya memulai tinju dari Yonif 732 Benau, Maluku Utara. Dari sana masuk Pusdiklat Maluku di Ambon, kemudian masuk Pelatnas, dan akhirnya sampai ke olimpiade.
Alberth Papilaya pernah juara di kelas welter, kelas menengah ringan, kelas menengah, kelas berat ringan, dan kelas berat.
Alberth lima kali bertanding di PON dan empat kali merebut medali emas. Di SEA Games, Alberth merebut medali emas kelas menengah.
Di kejuaraan Asia Junior (sekarang youth) ke-5 di Katmandu, Nepal 1985, Albert Papilaya merebut medali emas kelas welter. Indonesia mengirim lima petinju. Semua pulang dengan medali emas. Empat emas lainnya dipersembahkan oleh Pujo Ardianto kelas layang, Stevanus Herry kelas terbang, Ade Hasan kelas bulu, dan Ricky Soares kelas menengah ringan,




