Selamat Jalan Legenda Tinju Amatir Indonesia, Albert Papilaya

oleh -494 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Hari ini, Ahad, 18 April 2021, dunia tinju Indonesia berduka. Seorang petinju terbaik sepanjang masa yang telah memenangkan sejumlah medali emas dalam dan luar negeri, Komisaris Polisi (Kompol) Alberth Papilaya, 53 tahun, telah meninggal dunia. Sejak masuk rumah sakit pada Jumat malam, Alberth sudah koma akibat stroke.

Alberth Papilaya masuk rumah sakit pada Jumat, 16 April 2021, malam. “Papa sudah tidak sadarkan diri,” kata sang anak Steven Papilaya.

Saat dihubungi melalui ponselnya, Ketua Pengprov Pertina Maluku Utara, H. Djasman Abubakar menjelaskan bahwa sejumlah pengurus tinju Maluku Utara berada di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Chasan Boesoerie, Ternate, Maluku Utara.

“Kita kehilangan seorang legenda besar, yaitu Bung Alberth Papilaya,” katanya, Ahad (18/4/2021), dinihari.

Link Banner

“Buang Alberth meninggal dunia pukul dua dinihari waktu Indonesia timur. Saya, istri Bung Alberth (Yeti Nanere) dan anak (Steven Papilaya) sekarang masih di kamar mayat. Kami sedang mengurus jenazah almarhum. Besok pagi (Minggu, pukul 07.00) jenazah akan diberangkatkan ke Jailolo, kampung istrinya, dengan kapal feri,” ujar Djasman.

Baca Juga  Kompi Senapan D Yonif RK 732/Banau Tertibkan Masyarakat Ternate Pakai Masker

Djasman Abubakar belum bisa memastikan kapan jenazah Alberth Papilaya dikubur.

“Jenazah akan dibawa ke Desa Awer, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat.

Djasman Abubakar dengan tegar berkali-kali mengatakan “kehilangan” atas kepergian Alberth Papilaya.

“Sebagai putra Maluku Utara, almarhum banyak dijadikan contoh bagi atlet tinju Maluku Utara dalam meraih prestasi sampai ke tingkat Internasional. Oleh karenanya, tentu kami sangat merasa kehilangan sosok yang menjadi inspirasi bagi anak muda Maluku Utara,” kata Djasman.

“Pengprov Pertina Maluku Utara sangat kehilangan. Alberth Papilaya adalah bagian dari Maluku Utara,” sambubgnya.

Djasman Abubakar akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. “Saya berharap ada perhatian dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, minimal dalam pelepasan jenazah.”

Djasman Abubakar meneruskan. ”Karena almarhum adalah Polri aktif, saya harus koordinasi dengan kepolisian di Ternate. Sementara, istri Bung Alberth sudah menyampaikan berita duka ini ke Polda Metro Jaya.”

Baca Juga  Festival Teluk Jailolo Ke-12 Ditiadakan
Alberth Papilaya, Jakarta, Rabu, 30 September 2020. (Foto: Istimewa)

Ucapan belasungkawa juga dilontarkan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari.

“Dunia tinju amatir Indonesia berduka. Kita telah kehilangan petinju yang pernah mengharumkan nama bangsa dan negara di ajang SEA Games dan Olimpiade. Saya dan seluruh jajaran pengurus KOI/NOC Indonesia ikut belasungkawa. Selamat jalan Bung Albert Papilaya,” kata Raja Sapta Oktohari yang akrab dipanggil Okto

Albert Papilaya yang lahir Tobelo, Maluku Utara, 15 September 1967 merupakan legenda tinju amatir Indonesia. Dia mengoleksi 7 medali emas SEA Games dan juga meraih prestasi di Piala Presiden serta termasuk tiga petinju Indonesia yang mampu menembus babak perempat finalis Olimpiade.

Pada Olimpiade XXV/1992 Barcelona, Alberth Papilaya bertanding di kelas menengah 75 kilogram dan berhasil sampai ke 8 besar kemudian kalah dan gagal merebut medali. Di Olimpiade Alberth bersama Hendrik Simangunsong, yang bertanding di kelas menengah ringan. Saat Olimpiade berlangsung, tim Oscar De La Hoya datang ke asrama atlet dan menawarkan tinju profesional. Alberth menolak.

Baca Juga  Klub-Klub Italia Curhat Merasa Dikerjai Wasit di Liga Champions, Salah Satunya Juventus

Alberth Papilaya memulai tinju dari Yonif 732 Benau, Maluku Utara. Dari sana masuk Pusdiklat Maluku di Ambon, kemudian masuk Pelatnas, dan akhirnya sampai ke olimpiade.

Alberth Papilaya pernah juara di kelas welter, kelas menengah ringan, kelas menengah, kelas berat ringan, dan kelas berat.

Alberth lima kali bertanding di PON dan empat kali merebut medali emas. Di SEA Games, Alberth merebut medali emas kelas menengah.

Di kejuaraan Asia Junior (sekarang youth) ke-5 di Katmandu, Nepal 1985, Albert Papilaya merebut medali emas kelas welter. Indonesia mengirim lima petinju. Semua pulang dengan medali emas. Empat emas lainnya dipersembahkan oleh Pujo Ardianto kelas layang, Stevanus Herry kelas terbang, Ade Hasan kelas bulu, dan Ricky Soares kelas menengah ringan, 

Selamat Jalan Legenda Tinju Indonesia Kompol Albert Papilaya. Semoga Tenang dan Damai di Sisi Tuhan. Aamiin (red)