Al Fatihah merupakan surat yang diturunkan di Makkah dan memiliki arti pembukaan. Surat ini terdiri dari 7 ayat dan menjadi surat pertama yang diturunkan dengan lengkap di antara surat-surat yang ada dalam Al-Qur’an.
Dalam buku Hidup di Pusaran Al-Fatihah oleh Muhammad Muhyidin, Al Fatihah dinamakan Ummul Qur’an (induk Al-Qur’an) atau Ummul Kitab (Induk Al-Kitab) karena merupakan induk dari semua isi Al-Qur’an, dan karena itu diwajibkan membacanya pada tiap-tiap salat.
Sangat disukai jika kita membaca surat al-Fatihah di dalam salat hendaknya pada setiap ayatnya berhenti sejenak. Sebab kita menunggu jawaban langsung dari Allah. Setiap ayat yang kita baca, maka Allah akan menjawabnya. Hal ini disebutkan dalam buku Mutiara di Samudra Al-Fatihah tulisan Ibnu Qayyim al-Jauziyah.
Sebuah hadis menerangkan bahwa Abu Hurairah ra. berkata:
إِنَّا تَكُونَ خَلْفَ الإِمَامِ فَقَالَ إِقْرَاء بِهَا فِي نَفْسِكَ فاني سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ ، قَمَتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ ، فَإِذَا قَالَ الحَمدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ قَالَ اللَّهُ حَمَدَنِي عَبْدِي وَإِذْ قَالَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قَالَ اللَّهُ أَثَرَ عَلَى
عَبْدِي وَإِذْ قَالَ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ قَالَ اللَّهُ مَجَدَنِي عَبْدِي وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَى عَبْدِي فَإِذَا قَالَ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ قَالَ اللَّهُ هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ وَإِذَا قَالَ اهْدِنَا الصراط المُستَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ قَالَ اللهُ هُذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِ مَا سَأَلَ .









