Tak terurus, bangunan Damkar kerap dijadikan lokasi pesta lem Ehabon

oleh -105 views
Link Banner

@Porostimur.com | Bitung : Sangat disayangkan jika fasilitas milik pemerintah tidak dipelihara dengan baik dan terkesan dibiarkan begitu saja.

Kondisi ini pula yang terjadi pada salah satu Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berada di Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan matuari.

Pos yang sering tidak disiagakan ini, nampak pecah kaca dan sudah dirusakkan pintunya.

Mirisnya lagi, pada lantai dua berserakan kaleng bekas kemasan lem jenis Ehabon, maupun beberapa botol bekas minuman keras lainnya.

Beberapa warga sekitar lokasi, juga sangat menyayangkan kondisi Pos Damkar yang semakin rusak.

Bahkan, tak jarang mereka juga menyesali sikap kawula muda yang sering menjadikan pos dimaksud sebagai lokasi pesta miras dan menghirup lem Ehabon.

Baca Juga  Ketua KNPI Kepulauan Sula Kecewa, Kepala Bappeda Tak Hadiri Kegiatan Dialog

Mirisnya kondisi Pos Damkar dimaksud, tidak dibantah Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol-PP) dan Damkar Kota Bitung, Adri Supit, saat berhaisl dikonfirmasi wartawan, Selasa (24/4).

Diakuinya, dalam Kota Bitung terdapat 2 Pos Damkar, yakni di Kelurahan Aertembaga Dua dan Manembo-nembo Tengah.

Selain pintu yang rusak dan kaca yang sudah pecah, jelasnya, bagian atap Pos Damkar juga sudah mengalami kebocoran.
Fasilitas dimaksud, akunya, masih menjadi milik atau aset dari Dinas PU Provinsi Sulut.

Dan sesuai petunjuk BPK Perwakilan Provinsi Sulut, aset dimaksud tidak bisa ditempati oleh Pemerintah Kota Bitung.

Dijelaskan, pihaknya telah menyurat kepada Gubernur Sulut untuk segera menghibahkan aset dimaksud kepada Pemerintah Kota Bitung, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemadam kebakaran. (guls)