Solidaritas rekan seprofesi, ratusan perawat kumpul koin Rp 3 milyar

oleh -145 views
Link Banner

@Porostimur.com | Manokwari : Seketika Pengadilan Negeri Manokwari berubah menjadi serba putih dan menjadi lokasi demonstrasi damai ratusan tenaga perawat, Selasa (25/4), sekira pukul 10.00 Wit.

Pasalnya, ratusan tenaga perawat dari seluruh pelosok Kota Manokwari dan Kabupaten Manokwari ini, bukan saja merasa peduli dengan rekan seprofesi, namun juga menuntut keadilan kasus malpraktek yang menimpa beberapa rekannya yang berdinas di RSUD Manokwari.

Dimana, kasus malpraktek ini mencuat dan dilaporkan oleh dr. Agustin Hehanussa, Desember 2017 silam.

Ratusan tenaga perawat ini kemudian melakukan aksi mengumpulkan uang koin sebanyak Rp 3 milyar sesuai tuntutan dr. Agustin Hehanussa.

Aksi dukungan dengan mengumpulkan uang koin Rp 3 milyar oleh ratusan tenaga perawat ini, mendapatkan pengawalan ketat puluhan anggota Sat Sabhara Polres Manokwari dan Polsek Manokwari Kota.
Salah satu koordinator aksi, Mikael Osok, dalam keterangannya kepada Porostimur.com, menjelaskan aksi dimaksud murni dilakukan tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Baca Juga  Artis FTV HH Ditangkap Terkait Prostitusi Online, Instagram Hana Hanifah Diserbu Warganet

Disesalinya sikap dr. Agustin Hehanussa yang mempolisikan beberapa rekannya atas dugaan kasus malpraktek.

Menurutnya, seluruh perawat di RSUD Manokwari telah melaksanakan tugas sesuai SOP dan prosedur yang ada.
Jika terbukti ada insiden malpraktek yang dilakukan beberapa rekannya, tegasnya, maka akan terlihat jelas pada tubuh korban.

”Aksi yang kami lakukan saat ini, murni dan tidak ada dorongan atau paksaan dari pihak lain. Ini merupakan bukti solidaritas perawat yang merasa kecewa atas tindakan dr Agustin Hehanussa. Dia curigai ada malpraktek yang dilakukan oleh teman kami, tetapi kenyataannya tidak ada. Karena kalau benar tejadi malpraktek, maka ada kecacatan atau kematian yang dialami pasien,” ujarnya.

Baca Juga  Penuhi janji kunker, Kementan RI beri Aru dengan bantuan ayam petelur

Kecurigaan dr. Agustin Hehanussa, akunya, bukan merupakan suatu kelalaian perawat, namun perawat pada saat itu telah melakukan proses penaganan terhadap pasien secara maksimal dan sesuai prosedur kerja.

Karena itu, sesalnya, sikap dokter tersebut dianggapnya tidak menghargai kerja keras dari para perawat.

”Ini bukan kelalaian kami sebagai perawat. Saat itu, rekan-rekan kami telah melakukan tugas sesuai aturan dan prosedur yang berlaku. Kalau seperti begini, berarti beliau (dr. Agustin Hehanussa-red) tidak menghargai kerja kami sebagai perawat,” pungkasnya. (jefri)