Jadikan IKA Unidar Rumah Besar Alumni
Umar menegaskan, berakhirnya proses pemilihan bukanlah akhir dari dinamika organisasi, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar.
Ia mengajak seluruh alumni meninggalkan seluruh perbedaan yang muncul selama proses Mubes dan kembali bersatu membangun organisasi.
Menurutnya, Universitas Darussalam Ambon telah melahirkan ribuan alumni yang kini mengabdi di berbagai profesi, mulai dari akademisi, birokrat, politisi, pengusaha, aparat negara, jurnalis, hingga tokoh masyarakat.
Potensi besar tersebut, kata Umar, harus disatukan menjadi kekuatan bersama.
“IKA Unidar tidak boleh hanya menjadi organisasi yang hadir ketika ada reuni atau kegiatan seremonial. Organisasi ini harus menjadi rumah besar yang mempertemukan gagasan, memperkuat jejaring, membuka peluang, meningkatkan kapasitas, serta menghadirkan manfaat nyata bagi alumni, almamater, masyarakat, daerah, bahkan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama lima tahun ke depan kepengurusan yang dipimpinnya akan mengarahkan IKA Unidar menjadi organisasi yang solid, profesional, berintegritas, berdaya saing, sekaligus menjadi mitra strategis almamater dalam pengembangan sumber daya manusia.
Tujuh Prioritas Program
Dalam pidatonya, Umar memaparkan tujuh komitmen utama yang akan menjadi arah kebijakan organisasi selama masa kepemimpinannya.
Prioritas pertama adalah memperkuat konsolidasi internal dengan menghapus sekat antarangkatan, fakultas, profesi maupun wilayah agar seluruh alumni memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi.
Selanjutnya, organisasi akan memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.









