Tiga Bulan KM Cantika Lestari 7A Tak Beroperasi, Kepemimpinan Bupati Buru Selatan Dipertanyakan

oleh -10 Dilihat
Sudah hampir tiga bulan KM Cantika Lestari 7A tidak lagi melayani rute Ambon–Namrole–Leksula. Kondisi ini membuat masyarakat Kabupaten Buru Selatan kehilangan salah satu jalur transportasi laut yang selama ini menjadi penopang utama mobilitas warga maupun distribusi barang.

Aktivitas Seremonial Jadi Sorotan

Di sisi lain, perhatian publik justru tertuju pada berbagai agenda seremonial dan safari politik pemerintah daerah yang dinilai lebih dominan dibandingkan upaya penyelesaian persoalan transportasi laut.

Sejumlah kalangan menilai berbagai kegiatan tersebut belum menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Pemerintah daerah dinilai perlu lebih memfokuskan perhatian pada penyelesaian persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.

Masyarakat berpandangan, kepemimpinan daerah semestinya diukur dari kemampuan memperjuangkan kepentingan publik, terutama dalam menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Masyarakat Menunggu Langkah Nyata

Dalam konteks Buru Selatan, persoalan transportasi laut dinilai harus menjadi agenda prioritas pemerintah daerah melalui koordinasi lintas pemerintah maupun operator pelayaran.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Buru Selatan untuk memperjuangkan kembali beroperasinya KM Cantika Lestari 7A.

Baca Juga  Pratu Andi Syarif Bugis Belum Sadarkan Diri, Keluarga Desak POM Pusat Usut Dugaan Penganiayaan di Bintuni

Bagi masyarakat, transportasi laut bukan sekadar layanan publik, melainkan denyut utama kehidupan, aktivitas ekonomi, dan pembangunan di daerah kepulauan. Karena itu, warga berharap pemerintah daerah tidak hanya hadir dalam berbagai agenda seremonial, tetapi juga menunjukkan kepemimpinan melalui upaya konkret dalam menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi.

No More Posts Available.

No more pages to load.