Trump juga menyebut MbS sebagai sosok “pejuang” yang menurutnya berada di pihak yang sama dengan Amerika Serikat dalam dinamika geopolitik kawasan.
Laporan Media dan Bantahan Riyadh
Pernyataan Trump ini muncul setelah laporan The New York Times yang menyebut Mohammed bin Salman secara pribadi mendorong Amerika Serikat untuk melanjutkan konflik melawan Iran, bahkan menyebutnya sebagai “kesempatan bersejarah” untuk membentuk ulang Timur Tengah.
Mengutip sejumlah sumber, laporan tersebut menyebut adanya pandangan bahwa perubahan rezim di Iran menjadi salah satu tujuan strategis dalam konflik tersebut.
Namun, pemerintah Arab Saudi membantah klaim itu. Riyadh menegaskan bahwa mereka secara konsisten mendukung penyelesaian damai atas konflik yang terjadi di kawasan.
Nama MbS dalam Berkas Epstein
Di tengah kontroversi geopolitik tersebut, nama Mohammed bin Salman juga kembali mencuat dalam dokumen yang dikenal sebagai “Epstein Files”, yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Berkas itu menyebut adanya hubungan komunikasi antara MbS dengan Jeffrey Epstein, seorang predator seksual yang telah divonis bersalah dan memiliki jaringan luas dengan tokoh-tokoh berpengaruh dunia.
Dalam dokumen tersebut, disebutkan bahwa Epstein menjalin relasi dengan sejumlah tokoh di Timur Tengah, termasuk komunikasi yang cukup intens dengan putra mahkota Saudi. Bahkan, dalam kumpulan foto yang ditemukan di kediaman Epstein di New York, terdapat gambar yang memperlihatkan keduanya berdiri berdampingan.









