Trump Tolak Proposal Iran Buka Selat Hormuz dalam 7 Hari, Teheran Tegaskan Diplomasi

oleh -0 Dilihat
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan posisi Teheran tetap jelas. Menurutnya, pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut bergantung pada terpenuhinya sejumlah persyaratan yang diajukan Iran.

Porostimur.com, Teheran – Iran menegaskan diplomasi menjadi satu-satunya jalan untuk menyelesaikan konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan telah menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan pertempuran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan posisi Teheran tetap jelas. Menurutnya, pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut bergantung pada terpenuhinya sejumlah persyaratan yang diajukan Iran.

“Persyaratan kami sudah jelas, dan setiap langkah menuju pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada terpenuhinya persyaratan tersebut,” tulis Araghchi di media sosial, Minggu (27/9/2026).

Ia menegaskan, penyelesaian melalui perundingan menjadi jalan untuk mengakhiri kebuntuan yang terjadi antara kedua pihak.

Iran Tunggu Jawaban Resmi Washington

Proposal Iran disampaikan dalam rangkaian Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York dan diteruskan kepada pemerintah AS melalui mediator Qatar.

Baca Juga  21 Paket Bantuan Mengalir untuk Warga Terdampak Konflik Lisabata–Patahuwe

Dalam proposal tersebut, Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari apabila sejumlah kondisi terpenuhi. Proposal itu juga membuka jalan bagi pembicaraan lebih lanjut mengenai penghentian konflik dan program nuklir Iran.

No More Posts Available.

No more pages to load.