Viral di Prancis hingga Italia, Slogan “Bismillah, C’est les Ténèbres” Jadi Simbol Protes Pelajar

oleh -6 Dilihat
Slogan Bimillah, C’est Les Tenebres viral saat kerusuhan Prancis. Foto/X/@cronica_viva

Porostimur.com, Paris – Slogan “Bismillah, c’est les ténèbres” mendadak menjadi ungkapan populer dalam gelombang protes pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Prancis. Berawal dari tangkapan layar percakapan di Snapchat yang diduga melibatkan polisi menyamar, frasa tersebut berkembang menjadi simbol perlawanan, sindiran, sekaligus bahan parodi yang menyebar hingga Belgia dan Italia.

Kalimat itu muncul di berbagai tempat, mulai dari papan karton di depan sekolah yang diblokade, video parodi yang dibagikan puluhan ribu kali di media sosial, hingga seruan yang dilontarkan aktivis iklim Swedia, Greta Thunberg.

Popularitasnya justru terletak pada maknanya yang janggal. Dalam bahasa Arab, “bismillah” berarti “dengan menyebut nama Tuhan”, sedangkan “c’est les ténèbres” dalam bahasa Prancis berarti “ini adalah kegelapan”. Jika digabungkan, frasa tersebut secara harfiah berarti “Dengan menyebut nama Tuhan, ini adalah kegelapan”.

Baca Juga  Unidar Siapkan Pengaktifan Kembali Kampus Tulehu, Target Operasional Masih Dikaji

Namun, bagi para pelajar yang mempopulerkannya, ketidakmasukakalan kalimat itu merupakan bagian dari lelucon. Slogan tersebut dianggap menirukan seseorang yang berusaha menggunakan bahasa gaul anak muda, tetapi justru terdengar canggung dan tidak meyakinkan.

Melansir Euronews, frasa itu kemudian berkembang melampaui konteks awal kemunculannya. Dari percakapan digital yang mencurigakan, slogan tersebut menjelma menjadi ekspresi budaya protes generasi muda yang menggabungkan humor, kecurigaan terhadap aparat, dan keresahan sosial.

No More Posts Available.

No more pages to load.