Pada 2 Oktober, sekitar 400 sekolah dilaporkan ditutup akibat aksi blokade. Gerakan tersebut kemudian bersinggungan dengan demonstrasi nasional mengenai biaya hidup pada 17 Oktober, yang diwarnai kerusuhan dan penjarahan.
Di tengah situasi itu, “Bismillah, c’est les ténèbres” semakin dikenal luas. Slogan tersebut tidak lagi semata-mata merujuk pada dugaan penyusupan polisi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas humor dan solidaritas di kalangan anak muda.
Menurut kantor berita Italia ANSA, Greta Thunberg menggunakan slogan tersebut ketika mengunjungi para pelajar yang sedang melakukan aksi mogok di Seine-Saint-Denis, wilayah di utara Paris, pada 13 Oktober.
Sementara itu, pada 9 Oktober, frasa yang sama terlihat pada poster-poster demonstrasi di Brussel, Belgia. Aksi yang dipimpin serikat pekerja itu menentang pemangkasan anggaran pemerintah, dengan slogan tersebut digunakan sebagai bentuk solidaritas terhadap pelajar Prancis, bukan sebagai pernyataan bahwa dugaan penyusupan polisi telah terbukti.
Di Italia, ANSA melaporkan slogan itu muncul dalam demonstrasi pelajar di Bologna pada 15 Oktober. Frasa tersebut kembali terdengar di Milan pada akhir pekan 17–18 Oktober, ketika aksi protes di Piazza del Duomo berujung pada penjarahan.









