Padamnya aliran listrik PLN akibat banjir turut berdampak pada terputusnya jaringan komunikasi di wilayah tersebut hingga Rabu pagi.
“Listrik padam dan jaringan telekomunikasi ikut terputus, sehingga menyulitkan koordinasi dan komunikasi sejak malam,” katanya.
Longsor Putus Akses Ibu–Jailolo
Selain Kecamatan Ibu, banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Togola Sanger, Tahafo, dan Togola Wayoli. Di Kecamatan Ibu Selatan, banjir melanda Desa Sarau dan Desa Talaga. Sementara tanah longsor terjadi di ruas jalan Gunung Batu–Gunung Cengkeh, Desa Ngalo-ngalo, yang menyebabkan akses utama Ibu–Jailolo tidak dapat dilalui kendaraan.
“Akibat longsor, jalur transportasi dari wilayah Ibu menuju Jailolo terputus total,” jelas Djufri.
Di Kecamatan Tabaru (Ibu Utara), banjir dan longsor juga terjadi. Longsor di ujung Desa Borona menutup badan jalan dan memutus akses menuju Desa Tolisaor, Aru Jaya, Pasalulu, dan Togoreba Tua. Sementara di Desa Duono, dua unit rumah warga dilaporkan hanyut terbawa arus banjir.
“Kami menerima laporan dua rumah warga di Desa Duono hanyut terbawa banjir,” ungkapnya.
Warga Mengungsi, Dua Orang Dilaporkan Hilang
Banjir juga melanda Kecamatan Sahu Timur, tepatnya di Desa Gamomeng dan Idam Gamlamo. Di Desa Gamomeng, banjir menyebabkan jalan menuju Susupu tidak bisa dilalui kendaraan sejak pukul 23.00 WIT.









