Zionis Berencana “Meyahudikan” Negev dan Galilea Sebelum Pemilu, Target Datangkan 1 Juta Warga Yahudi

oleh -57 Dilihat
Pasukan keamanan Israel merobohkan bangunan dan masjid di desa Badui Umm al-Hiran—tempat dikeluarkannya perintah pengosongan dan pembongkaran demi pembangunan permukiman Israel—di wilayah Negev, pada 14 November 2024. Foto/Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency

Porostimur.com, Tepi Barat – Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich kembali melontarkan rencana kontroversial terkait perubahan demografi Israel. Tokoh sayap kanan jauh itu menyerukan apa yang disebutnya sebagai upaya “meyahudikan” Negev dan Galilea, dengan target mendatangkan hingga 1 juta warga Yahudi ke dua wilayah tersebut.

Rencana tersebut diumumkan Smotrich pada Kamis malam melalui situs resmi partai yang dipimpinnya, Zionisme Religius, dengan tajuk provokatif: “Ya. Meyahudikan!”

Smotrich mengatakan langkah itu merupakan kelanjutan dari apa yang ia sebut sebagai “revolusi permukiman” di Yudea dan Samaria—istilah yang digunakan Israel untuk menyebut Tepi Barat yang diduduki.

“Revolusi permukiman di Yudea dan Samaria akan merambah ke Negev dan Galilea,” ujar Smotrich.

Ia menyebut pemerintah akan menerapkan apa yang disebutnya sebagai “konsep tindakan” yang telah digunakan di Tepi Barat ke dua wilayah di Israel tersebut.

Baca Juga  Kemendukbangga dan Bappenas Perkuat Kolaborasi, Bonus Demografi Indonesia Jadi Prioritas

40 Permukiman Baru dan Target 1 Juta Warga Yahudi

Rencana Smotrich mencakup pendirian 20 permukiman baru di Galilea dan 20 lainnya di Negev. Selain itu, pemerintah juga didorong membangun puluhan kawasan pertanian serta menciptakan berbagai kemudahan untuk mendorong migrasi penduduk ke wilayah yang disebutnya memiliki nilai strategis.

No More Posts Available.

No more pages to load.