Zionis Berencana “Meyahudikan” Negev dan Galilea Sebelum Pemilu, Target Datangkan 1 Juta Warga Yahudi

oleh -58 Dilihat
Pasukan keamanan Israel merobohkan bangunan dan masjid di desa Badui Umm al-Hiran—tempat dikeluarkannya perintah pengosongan dan pembongkaran demi pembangunan permukiman Israel—di wilayah Negev, pada 14 November 2024. Foto/Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency

Smotrich sebelumnya mengatakan bahwa sejak pemerintahan saat ini terbentuk pada akhir 2022, pemerintah telah menyetujui pendirian 104 permukiman dan 160 pertanian permukiman di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Komisi Palestina untuk Perlawanan terhadap Kolonisasi dan Tembok Pemisah memperkirakan jumlah pemukim Israel di Tepi Barat, termasuk Yerusalem, mencapai sekitar 780.000 orang pada akhir Juli.

Dari jumlah tersebut, sekitar 333.600 orang berada di permukiman di Yerusalem, sementara sekitar 446.400 lainnya berada di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Di tengah perkembangan tersebut, Smotrich juga menyatakan partainya akan berupaya mendapatkan kendali atas Administrasi Perencanaan dan Otoritas Pertanahan Israel, dua lembaga yang memiliki peran penting dalam perencanaan, pembangunan dan pengelolaan lahan.

Menurut laporan Yedioth Ahronoth, Zionisme Religius berupaya menguasai kedua lembaga tersebut dalam pemerintahan mendatang.

Baca Juga  Terungkap! Rp178 Miliar Pinjaman SMI untuk Infrastruktur Maluku, Aru dan SBT Tak Masuk Daftar

Smotrich berjanji akan merevisi sejumlah undang-undang, mempercepat prosedur perencanaan dan tender lahan, serta menempatkan pejabat yang memiliki apa yang disebutnya sebagai “visi Zionis dan nasional” pada posisi-posisi strategis.

Ia bahkan mengatakan akan berupaya membatalkan rencana pembangunan di sejumlah kota Arab di Israel. Smotrich menuding rencana tersebut telah mengambil alih lahan yang menurutnya diperuntukkan bagi perumahan dan mengancam permukiman Yahudi.

No More Posts Available.

No more pages to load.