2 Santri Asal Ambon Meninggal Tenggelam di WKO Sragen

oleh -309 views
Link Banner

Porostimur.com | Sragen: Kisah tragis dialami dua santri Pondok Pesantren (Ponpes) Daarus Salaf Al Islami Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah. Mereka ditemukan meninggal dunia karena tenggelam di Waduk Kedung Ombo (WKO) kawasan Sragen pada Sabtu (5/6/2021) malam.

Meninggalnya dua santri yang merupakan kakak beradik itu menyisakan luka mendalam bagi sang ayah, Salim Pali, 42. Demi memberikan bekal ilmu agama, Salim Pali yang berasal dari Ambon sengaja mendaftarkan kedua anaknya Abdurrohman, 11, dan Zakariyya Ubaidurrohman, 8, sebagai santri Ponpes Daarus Salaf Al Islami yang berlokasi di Dukuh/Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen dan mengontrak sebuah rumah yang berlokasi tak jauh dari ponpes demi mendekatkan diri dengan kedua buah hati.

Obrolan Terakhir

Lazimnya anak-anak, dua bocah itu suka bersepeda menjelajah pelosok desa. Kedua bocah itu sempat berpamitan bermain sepeda kepada Salim Pali sekitar pukul 15.30 WIB. Tidak disangka, itu adalah perbincangan terakhir Salim Pali dengan kedua anaknya.

Dia tidak tahu bila kedua anaknya bermaksud bermain di sekitar Waduk Kedung Ombo (WKO) Sragen. Karena tak kunjung pulang, sekitar pukul 17.00 WIB, Salim Pali mencari keberadaan anaknya.

Baca Juga  Kunjungan ke Pulau Morotai, Kakanwil Kemenag Malut Dijemput Bupati Benny Laos

Bersama warga sekitar Salim Pali sempat mencari kedua anaknya di rumah tetangga, teman main, masjid hingga sungai. Setelah 2,5 jam dicari, ada petunjuk yang menyebutkan kedua bocah itu sempat bermain di sekitar WKO. Sekitar pukul 19.30 WIB atau selepas Isya, warga menemukan sepeda angin, sandal jepit dan pakaian milik kedua bocah itu.

“Memang ada warga yang sempat melihat dua anak itu memasuki hutan jati dan ladang menuju utara Kedung Uter [bagian dari WKO]. Tapi, tidak ada saksi mata yang melihat keduanya bermain di sekitar waduk,” jelas Sekretaris Desa Pendem, Joko Marwanto, seperti dilansir dari Solopos.com, Ahad (6/6/2021).

Tenggelam

Benar saja, setelah warga menyelami waduk, kedua jasad kakak adik itu ditemukan di kedalaman sekitar 3 meter. “Informasinya si kakak sudah bisa berenang. Mungkin ia ikut tenggelam waktu hendak menolong sang adik yang jatuh ke waduk. Tapi, tidak ada yang tahu pasti bagaimana kronologi tenggelamnya dua bocah itu karena tidak ada saksi mata,” papar Joko.

Baca Juga  Puisi-Puisi Muakrim M. Noer Soulisa

Kapolsek Sumberlawang, AKP Fajar Nur Ikhsanuddin, menegaskan tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh kedua kakak adik itu setelah diperiksa tim Inafis Polres Sragen dan tim medis dari puskesmas setempat. Polisi menyimpulkan kedua kakak adik itu meninggal dunia murni karena tenggelam di WKO Sragen.

(red/solopos)