Teguh Santosa: MES Bukan Parpol, Utamakan Mufakat

oleh -49 views

Porostimur.com, Jakarta — Keprihatinan yang disuarakan Tim 9 Penyelamat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) terkait kekosongan Badan Pengurus Harian (BPH) sejak Musyawarah Nasional (Munas) tahun 2023 dinilai wajar. Namun, membuka persoalan internal ke ruang publik justru berpotensi menurunkan citra organisasi yang selama ini dikenal moderat dan menjunjung nilai musyawarah.

Khawatir Timbulkan Kesan Pecah Belah

Hal tersebut disampaikan oleh mantan anggota BPH MES Teguh Santosa, yang menilai langkah Tim 9 mempublikasikan ketidakpuasan bisa menimbulkan kesan perpecahan dan mengadu domba antara Ketua Umum BPH MES Erick Thohir dengan Ketua Dewan Pembina MES KH Ma’ruf Amin, dua tokoh yang selama ini memiliki hubungan sangat baik.

“Membuka hal ini ke ruang publik malah dapat berdampak buruk bagi organisasi,” ujar Teguh dalam keterangan kepada media di Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Baca Juga  Panitia Mubes IKA Unidar Ambon Matangkan Persiapan, Alumni Diajak Berpartisipasi

Tim 9 yang dimaksud terdiri dari Prof Babun Suharto (PD MES Jember), Djafar Muhtar Asiari (PW MES Gorontalo), Heru Hidayat (PW MES Kalimantan Tengah), Pinto Wahyudi (PW MES Bali), Awaludin Razab (PW MES Kalimantan Barat), M. Irkham Fukhurudin (PD MES Kendal), Harry Maksum (PW MES Jawa Barat), Evan Setiawan (PW MES Bengkulu), dan Ahmad Wira (PW MES Sumatra Barat).