Porostimur.com, Tual — Sekretaris Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Pemkot Tual, Darnawati Amir, menegaskan bahwa semua pekerja di dapur MBG wajib dilindungi dan menolak segala bentuk kekerasan. Pernyataan ini disampaikan terkait dugaan penganiayaan terhadap salah satu staf akuntan perempuan, Nindy Claudia Gerits, pada Minggu (26/10/2025).
Darnawati menekankan bahwa kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi mitra MBG dalam merekrut relawan yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, terutama ketika berhadapan dengan staf perempuan atau anak muda.
“Ini menjadi pengalaman untuk merekrut relawan yang harus menjunjung tinggi nilai persaudaraan, apalagi bicara tentang saudara atau anak perempuan yang harus dijaga,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (11/11/2025).
Menurut Darnawati, staf Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan timnya sebagian besar adalah sarjana fresh graduate dengan usia muda, sehingga perlu perhatian khusus. Tenaga gizi dan akuntan yang bertugas menjalankan program nasional MBG harus dilindungi dan dijaga selama bertugas.
“Kecuali mereka melakukan tindakan yang tidak sesuai norma adat, sosial, agama, atau etika yang telah disepakati sebelum penugasan. Itu pun harus diselesaikan secara bijak, bukan dengan kekerasan,” tambahnya.









