Abbas Soroti Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur
Abbas mengatakan perkembangan di Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur harus dilihat sebagai satu rangkaian persoalan yang saling berkaitan.
Menurut dia, perluasan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki berpotensi memengaruhi kesinambungan wilayah Palestina, termasuk hubungan antara wilayah utara dan selatan Tepi Barat serta posisi Yerusalem Timur.
“Apa yang terjadi di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur bukanlah insiden yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari skema kolonial yang jahat, yang bertujuan membuat kehidupan warga Palestina semakin sulit di tanah air mereka dan memaksa mereka meninggalkan wilayah tersebut,” ujarnya.
Ia menuding perluasan permukiman bertujuan memisahkan Tepi Barat bagian utara dan selatan, sekaligus mengisolasi Yerusalem Timur dari lingkungan Palestina di sekitarnya.
“Serta mencegah terwujudnya negara Palestina yang memiliki kesinambungan wilayah secara geografis,” kata Abbas.
Abbas kemudian mendesak Dewan Keamanan PBB mengambil langkah yang disebutnya segera dan bertanggung jawab untuk menangani situasi tersebut.
Pidato Abbas disampaikan di tengah Sidang Majelis Umum PBB ke-81 yang berlangsung pada 22–29 September 2026.
Reuters melaporkan Abbas juga menegaskan kembali komitmen terhadap pemilihan legislatif Palestina yang dijadwalkan berlangsung pada 28 November, meski terdapat kekhawatiran mengenai sejumlah kendala dalam pelaksanaannya.









