Abbas Bicara Pemilu Palestina
Dalam pidatonya, Abbas mengatakan rakyat Palestina sedang menuju pemilihan legislatif pada 28 November. Tahapan tersebut, menurut dia, akan dilanjutkan dengan proses pembaruan institusi Dewan Nasional Palestina dan kemudian pemilihan presiden.
Komitmen terhadap penyelenggaraan pemilu tersebut sebelumnya juga disampaikan Abbas dalam surat kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada Juni 2025.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot pada Rabu juga mendorong agar pemilu Palestina tetap dilaksanakan. Namun, pelaksanaannya menghadapi sejumlah persoalan logistik, termasuk distribusi materi pemilu ke Jalur Gaza dan akses bagi pemantau internasional ke Tepi Barat.
Di sisi lain, kondisi ekonomi dan keamanan di wilayah Palestina masih menjadi perhatian internasional.
Reuters melaporkan Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) memperingatkan kondisi ekonomi Gaza berada pada tingkat terburuk yang pernah tercatat. Sementara di Tepi Barat, kekerasan yang melibatkan kelompok pemukim Israel juga menjadi sorotan.
Abbas kembali menyerukan agar masyarakat internasional mengambil langkah untuk mempertahankan prospek solusi dua negara.









