Ada “Bos Kecil” di Antara Pertikaian John Kei dan Nus Kei

oleh -55 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Agrapinus Romatora alias Nus Kei menyebutkan uang Rp 1 miliar yang dipinjamnya bukan berasal dari John Kei.

Saat memberi kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (24/2/2021) kemarin, Nus Kei menyebutkan uang tersebut untuk operasional urusan perkara tanah di Ambon, Maluku, yang tengah diperkarakan di Mahkamah Agung (MA).

“Saya tidak pinjam uang itu dari dia (John Kei),” ujar Nus Kei.

Menurut dia, uang itu diambilnya dari “bos kecil” yang tidak ia sebutkan namanya secara jelas di persidangan. Adapun uang itu akan cair jika John Kei menghubungi “bos kecil” itu.

Link Banner

Nus Kei mengatakan uang itu diantarkan ke istri John Kei dalam dua tahapan. “Rp 1 miliar itu dalam dua tahap, tahap satu Rp 500 juta dan sisanya dalam uang dolar AS yang dimasukkan ke amplop,” katanya.

Baca Juga  Jafluan Batlayeri Ajak Media Pers Bangun KKT

Dalam kronologi dakwaan, bermula saat Nus Kei mendatangi John Kei di rumah tahanan pada 2013 untuk meminjam uang sebesar Rp 1 miliar.

Nus Kei menjanjikan akan mengembalikan uang itu dalam waktu enam bulan sebesar Rp 2 miliar. Tapi sampai John Kei keluar dari penjara tahun 2020, Nus Kei tidak kunjung mengembalikan uang yang dipinjam.

Namun Nus Kei membantah dan merasa tidak pernah menjanjikan akan mengembalikan uang tersebut sebesar Rp 2 miliar dalam jangka waktu enam bulan.

Terpisah usai memberi kesaksian, Nus Kei menegaskan uang yang dipinjamnya bukan dari John Kei. Uang tersebut diambilnya dari kantor “bos kecil” di Plaza Tamara Sudirman.

“Uang dari Plaza Tamara. Itu uang teman saya di sana,” kata Nus Kei.

Dia menjelaskan uang tersebut hanya transit ke rumahnya. Dia membantah akan mengembalikan Rp 2 miliar. Uang tersebut pun telah diberikannya ke pengacara John Kei, Taufik Chandra oleh istri John Kei.

Baca Juga  Serangan Personal Terhadap Najwa Shihab, Bukti Rejim Jokowi Kian Kalap

Nus Kei menjelaskan, John Kei tidak meminta bantuannya untuk perkara tanah. Namun tanah yang menjadi perkara itu sebenarnya dipegang mendiang adik John Kei, Tito Refra Kei.

“Lalu Tito meninggal, yang punya perkara ini namanya Yohanes Ticera alias Ombu Kei yang suruh. Ketemu sama saya di Ambon, saya kasih tau ‘kakak perkaranya begini’. Kalau oke, jalan, dan kalau enggak oke, yo udah wes kita mesti sejalan,” ujar dia.

Belum Terbukti

Sementara, kuasa hukum John Kei menyebutkan tiga saksi yang dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat tak membuktikan dakwaan pembunuhan berencana.

Tiga saksi yang dihadirkan, yakni Gaspar Rahang, Nus Kei dan Frangky Rumatora alias Angki.

Baca Juga  TNI Kecam Separatis Bentuk Tentara West Papua, dan Nayatakan Papua Diakui Dunia Bagian NKRI

“Dari tiga saksi, tiga-tiganya belum memenuhi kualifikasi untuk membuktikan dakwaan jaksa, karena tuduhan terutama untuk bung John pembunuhan (Pasal) 340 (KUHP) itu belum jelas,” ujar kuasa hukum John Kei, Phillipus Tarigan.

Phillipus mengatakan keterangan Angkie hanya sekadar asumsi sendiri yang diyakininya bahwa John Kei menjadi dalang dalam rencana pembunuhan. Angkie tidak mendapatkan langsung informasi tersebut dari sumber pertama.

Terutama pada nama-nama kelompok Nus Kei yang menjadi daftar target pembunuhan, tercantum dalam “white board,” menurut kuasa hukum, hanya sekadar asumsi.

“Makanya kita lihat selanjutnya, sampai nanti ada pembuktian berupa barang bukti apakah benar itu dihadirkan sebagai barang bukti. Apakah ada perencanaan pembunuhan, itu kita buktikan nanti,” ujar dia. (red/bs)